Rabu, 12 Agustus 2020 |
News Room - Politik

Buntut Cuitan 'PDIP Sama Dengan PKI' Walau Minta Maaf, Arief Dipolisikan Repdem

Selasa, 01 Agt 2017 | 21:03 WIB Dibaca: 1141 Pengunjung

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono melontarkan pernyataan yang membuat geram partai PDIP. Ada dua pernyataan Arief yang membuat geram PDIP. Keduanya soal pandangan masyarakat tentang kedekatan PDIP dengan PKI.

Arief melontarkan pernyataan tersebut saat menanggapi perkataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal pasal presidential threshold (PT) atau ambang batas pengajuan capres sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu. Menurut Arief, pernyataan Hasto seperti PKI. Dia juga membawa nama Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya.

Menyikapi hal tersebut, Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) tidak terima atas pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra FX Arief Poyuono soal sebut wajar PDI Perjuangan disamakan dengan PKI dalam beberapa media online.

Waketum Gerindra bidang buruh dan ketenagakerjaan itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sekretaris Jenderal DPN Repdem Wanto Sugito dan Fajri Safii Ketua Bidang Hukum & HAM DPN Repdem serta didampingi Ketua DPD Repdem DKI Fernando dan pimpinan DPC Repdem se Jabotabek.

"Kami Repdem seluruh Indonesia laporkan ke Polda Metro Jaya dan Polda seluruh Indonesia, diterima dengan baik tinggal menunggu tindak lanjut saja. Laporan didasarkan karena diduga menghina kelompok dan golongan kader kader PDI Perjuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 KUHP dan pasal 45A UUITE," ujar Wanto di mapolda Metro Jaya, selasa (1/8/2017).

Menurut mantan aktivis 98 UIN Ciputat ini, pernyataan FX Arief Poyuono yang tersebar di beberapa media adalah, "wajar PDI-P disamakan dengan PKI karena sering membohongi rakyat," pernyataan ini jelas memenuhi unsur pidananya.

"Itu orang bisa jadi Waketum Partai bagaimana ceritanya? jelas PDI Perjuangan ideologinya Pancasila 1 Juni 1945. Sedangkan PKI itu ideologinya Komunisme Marxisme. Nah paham ga dia kalau PKI dan paham komunismenya terlarang di negeri ini dan tertuang dalam Tap MPRS: XXV/ MPRS/1966. Kalau menyamakan wajar PDI Perjuangan disamakan dgn PKI, itu orang belajarnya di mana? " tukasnya.

Sementara, menyikapi cuitannya yang membuat partai berlambang banteng ini beram, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno meminta maaf secara terbuka kepada PDIP. Ini karena pernyataan dirinya yang menyamakan PDIP seperti PKI.

Arief menuliskan permohonan maafnya secara tertulis. Selain itu dia juga membuat surat permohonan maaf yang ditandatangani di atas materai Rp6.000.

"Bersama ini terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keteragan tertulisnya, Selasa (1/8/2017).

Dalam pernyataannya, Arief mengatakan tidak benar PDIP adalah PKI serta menipu karena PDIP disebutnya partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Dia juga mengatakan PDIP adalah partai yang berlandasan Pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besar nya pada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP yang merupakan sahabat-sahabat saya atas statement saya tersebut di atas," tambah Arief.

Permohonan maaf Arief ini menyusul pernyataan Arief sebelumnya yang menanggapi keluhan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal UU Pemilu. Keluhan Hasto itu terkait kritik Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut UU Pemilu merupakan lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia.

"Nah biasanya sifat PKI itu anti-kritik dan melanggar Konstitusi. Makanya wajar sehingga PDIP sering disamakan dengan PKI seperti keluhan Hasto kepada media saat menanggapi pernyataan Prabowo di Cikeas saat bertemu SBY," demikian pernyataan Arief sebelumnya mengenai PDIP, Senin (31/7/2017).

"Sebab sifat dasar PKI kan bertindak tanpa otak dan kurang waras serta melanggar konstitusi dan menipu rakyat dengan jargon kerakyatan," imbuhnya. [Idr/Dtc/Kdc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Buntut Cuitan 'PDIP Sama Dengan PKI' Walau Minta Maaf, Arief Dipolisikan Repdem
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top