Selasa, 11 Agustus 2020 |
Tekno

Cara dan Waktu Lihat Asteroid Raksasa di Langit RI Malam Ini

Jumat, 24 Jul 2020 | 18:58 WIB Dibaca: 300 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Rhorom Priyatikanto menyatakan Asteroid raksasa 2020 ND yang melintasi bumi hari ini bisa dilihat dari Indonesia. Namun, dia mengatakan pengamatan asteroid tersebut membutuhkan alat bantu teleskop.

"Untuk mengamatinya, diperlukan teleskop berdiameter 20 sentimeter atau lebih besar," ujar Rhorom.

Rhorom menuturkan Asteroid 2020 ND berada di sebelah selatan rasi Sagitarius dan tampak redup. Sehingga, dia berkata untuk mengidentifikasi asteroid bukan perkara mudah karena redup dan penampakannya tidak berbeda dengan bintang. 

Rhorom berkata 2020 ND memiliki asensiorekta sekitar 20 jam dan deklinasi -40 derajat. Dengan kondisi itu, 2020 ND akan tampak pada tengah malam. 

Adapun waktu awal kemunculan Asteroid 2020 ND dimulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga tenggelam pukul 06.00 WIB. 

"Asteroid itu terus bergerak sehingga posisi bulan depan akan berbeda," ujarnya.

Seperti asteroid lain, Rhorom menjelaskan 2020 ND bisa tampak sepanjang waktu selama tidak terlalu dekat dengan matahari.

"Setelah 24 Jul, Asteroid 2020 ND semakin jauh dari Bumi dan akan tampak semakin redup. Butuh teleskop lebih besar untuk dapat mengamatinya," ujar Rhorom.

Sebelumnya, Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan asteroid raksasa berdiameter 160 meter akan melewati Bumi pada 24 Juli mendatang dan berpotensi berbahaya.

Asteroid itu dinamai Asteroid 2020 ND dan diklasifikasikan sebagai Objek Dekat Bumi (Near-Earth Object/NEO) serta Potensi Berbahaya Asteroid (Potentially Hazardous Asteroid/PHA).

Menurut laman resmi NEO NASA, asteroid tersebut akan berada di titik dekat Bumi dengan jarak 5.086.328 kilometer dan sedang melakukan perjalanan di kecepatan 48.000 kilometer per jam.

Menanggapi itu, LAPAN menyatakan Asteroid raksasa 2020 ND berdiameter 160 meter akan memberi dampak serius jika menabrak Bumi. Meski berbahaya, namun asteroid tersebut hanya akan melintas, belum tentu menabrak atau menghantam bumi.

Rhoro menuturkan dampak tabrakan asteroid itu setara dengan erupsi Gunung Krakatau tahun 1883 yang lalu. Dampak dari tabrakan asteroid itu, kata dia bisa bersifat lokal hingga regional, tapi tidak sampai bersifat global.

Bila jatuh di laut, Rhorom menyampaikan asteroid sebesar itu bisa menimbulkan tsunami. Sedangkan di darat, lanjut dia bisa menghamburkan batu, tanah, dan debu ke atmosfer.

"Kalau asteroid berukuran 160 meter menabrak Bumi, energi tabrakannya diperkirakan setara dengan 100 megaton TNT," ujar Rhorom. [cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Cara dan Waktu Lihat Asteroid Raksasa di Langit RI Malam Ini
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top