• Kamis, 2 Desember 2021

PT Krakatau Osaka Steel akan Beroperasi Tahun Depan

- Selasa, 4 Oktober 2016 | 10:30 WIB
Presiden Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Kemenperin, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).*
Presiden Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Kemenperin, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Perusahaan join venture antara Osaka Steel Co Ltd Jepang dengan PT Krakatau Steel (Persero), PT Krakatau Osaka Steel akan siap beroperasi pada Januari 2017. Perusahaan yang memproduksi baja ini ditargetkan akan memproduksi baja 500.000 ton per tahun.

"Januari tahun 2017 kami akan mulai berproduksi secara komersial," ujar Presiden Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Kemenperin, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).

Pabrik ini ditargetkan akan berkapasitas produksi 500.000 ton per tahun. Pabrik ini dibangun di Cilegon, Banten.

Osaka Steel merupakan supplier terbaik di Jepang yang dapat mensuplai baja untuk pembangunan menara transmisi. Osaka Steel yakin dapat mendukung pembangunan menara transmisi khususnya berkontribusi dalam proyek 35.000 MW.

"Kualitas kami di Jepang nomor pertama dan kami senang untuk mentransfer teknologi kami kepada Krakatau Osaka Steel di Cilegon yang dapat mensuplai baja berkualitas untuk menara transmisi. Kami akan berkontribusi untuk proyek 35.000 MW dan proyek pembangunan jaringan transmisi," kata Uchida.

Ia mengatakan perusahaannya telah siap untuk mensuplai bahan baku baja kepada banyak customer untuk konstruksi menara. Produknya adalah besi siku, besi beton, atau lainnya.

"Kami siap memulai membicarakan dan bertemu banyak customer untuk membicarakan ini, ada banyak perusahaan dan pembuat menara," kata Uchida.

Dari 500.000 ton per tahun kapasitas, diperkirakan produksinya akan mencapai 50%, 60% atau 70% atau sekitar 300.000 ton hingga 350.000 ton pada tahun 2017. Serta pada tahun 2019 baru akan mencapai target 500.000 ton itu.

"Pada tahun pertama diperkirakan akan mencapai 50-70% kapasitasnya, mungkin sekitar 300.000 ton atau 350.000 ton pada tahun 2017, dan pada tahun 2019 mungkin akan mencapai target," kata Uchida. [dtn/03]

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X