• Selasa, 7 Desember 2021

Syarat Agar Bisa Impor Gas Langsung

- Minggu, 5 Februari 2017 | 08:03 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Pemerintah telah mengizinkan industri impor gas langsung untuk sektor industri. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendatangkan langsung gas dari luar negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, impor gas langsung harganya harus lebih murah ketimbang ?gas dalam negeri. Lantaran impor gas dibuka langsung bertujuan untuk menurunkan harga gas yang di konsumsi kalangan industri.

"Pada prinsipnya tujuan adalah untuk menurunkan harga gas. Jadi di harganya harus lebih murah dari harga LNG dalam negeri. Itu nomer satu prinsipnya," kata Wiratmaja, seperti yang dikutip di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).

Wiratmaja melanjutkan, syarat lain adalah industri pengimpor gas harus memiliki infrastruktur penyimpanan gas, dan izin impor gas dari instansi pemerintah terkait.

"Kedua dikaitkan infrastruktur. Siapa yang punya infrastruktur yang dapat izin," ucap Wiratmaja.

Wiratmaja menuturkan, Pemerintah sedang membuat prosedur impor gas langsung oleh kalangan industri, yang akan tertuang dalam Peraturan Menteri.

"Impor gas ini sedang dibuat prosedurnya, permennya sedang dibuat," tutur Wiratmaja.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa 24 Januari 2017 di Kantor Presiden, Jakarta, memberikan kesempatan kepada Menteri ESDM untuk menentukan harga, karena struktur harga gas di Indonesia, dibuat tetap, sehingga ketika harga minyak tinggi, harga gas akan mengikuti lebih tinggi.

"Sekarang ini harga gas kita, ada yang memang di US$ 4 per mmbtu, tapi juga ada rata-rata masih US$ 6 dolar per mmbtu. Untuk itu, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres Nomor 40/2016) yang mengatur tentang hal tersebut, agar harga bisa diatur di bawah US$ 6 dolar, terutama untuk kepentingan pupuk, kepentingan petrokimia, dan sebagainya," papar Pramono.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X