• Minggu, 19 September 2021

Harga Ayam di Peternak Anjlok Jadi Rp12.500/Ekor, Ini Penyebab

- Selasa, 7 Februari 2017 | 07:03 WIB
Peternakan Ayam.*
Peternakan Ayam.*

[NEWSmedia] - Harga ayam di kandang yang anjlok hingga Rp 12.500/ekor, jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) di rata-rata Rp 16.000/ekor. Satu ekor ayam siap potong memiliki berat kisaran 1,5 kilogram.

Wimarianto, salah seorang peternak ayam Kabupaten Bogor, bercerita ayam">harga ayam sebenarnya sudah sangat fluktuatif sejak 3 tahun belakangan ini. Harga ayam di kandang yang terjun bebas ini diperburuk dengan sulitnya mendapatkan pasokan anakan ayam atau Day Old Chick (DOC).

"Sekarang harga turun, karena sulit bersaing dengan ayam dari kandang milik integrator. Saya punya langganan (pengepul) 10 tahun. Saya biasa jual ke pasar Rp 18.000/ekor, integrator kasih harga lebih murah yakni Rp 17.500/ekor, dia masih ambil ayam ke saya," ucap Toto, sapaan akrabnya, ditemui di peternakan ayam Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (6/2/2017).

"Tapi begitu saya jual ayam Rp 18.000/ekor, kemudian pabrik (integrator) bisa jual Rp 16.500/ekor, kalau melihat kayak begini, pasti langganan saya pindah. Karena dia (pengepul) enggak bisa jual di pasar kalau ada pedagang lain yang jual lebih murah dari pabrik," katanya lagi.

Integrator sendiri merujuk pada perusahaan-perusahaan peternakan unggas yang terintegrasi, mulai dari produksi DOC, pakan ayam, obat, vaksin, sarana produksi ternak, ayam potong, hingga produk olahan ayam.

Toto menampik soal tudingan peternak mandiri yang kalah efisien ketimbang kandang budidaya milik integrator. Selama ini, biaya produksi, terutama pakan, yang diterima peternak mandiri jelas lebih mahal daripada integrator.

"Kita beli pakan dari integrator, harganya sudah dilebihkan sedikit, kadang pula kualitasnya tak sebanding dengan harganya. Saya jamin kita peternak rakyat bisa bersaing dengan integrator, kalau input kita sama. DOC saja kita belinya mahal," ujar Toto.

Saat ini, lanjutnya, sudah banyak peternak mandiri yang gulung tikar lantaran fluktuasi ayam">harga ayam. Memilih jadi peternak mitra atau plasma dengan integrator juga bukan pilihan, lantaran beberapa peternak juga punya sering merugi.

Peternak ayam lainnya, Listianto, mengungkapkan hal yang sama. Melimpahnya pasokan ayam dari kandang integrator membuat ayam">harga ayam di kandang peternak mandiri anjlok. Di sisi lain, turunnya ayam">harga ayam di peternak tak diikuti dengan penyesuaian harga daging ayam potong di pedagang pasar.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

Kabar Baik dan Buruk soal Gaji Pekerja di Awal 2021

Jumat, 5 Februari 2021 | 13:44 WIB

Antam Digugat Karena Tudingan Janji Diskon Harga Emas

Selasa, 19 Januari 2021 | 10:48 WIB

Harga Baru Gas Elpiji 3 Kg, Ini Besarannya

Senin, 18 Januari 2021 | 07:26 WIB

Tiga Pertanda Kopling Mobil Minta Diganti

Senin, 4 Januari 2021 | 15:36 WIB

Tips Istirahatkan Mobil setelah Pergi Liburan

Senin, 4 Januari 2021 | 13:36 WIB
X