• Jumat, 24 September 2021

Kelangkaan Garam, Industri Mulai Rumahkan Pekerja

- Rabu, 2 Agustus 2017 | 07:01 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

JAKARTA, [NEWSmedia] - Kelangkaan garam yang masih terjadi hingga saat ini memaksa industri pengolahan dan industri pengguna garam menghentikan kegiatan produksi. Bahkan diantaranya telah merumahkan para pekerja.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara mengatakan, saat ini industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan garam konsumsi di sejumlah daerah telah beroperasi. Bahkan ada yang mulai menghentikan produksi garam konsumsinya sejak awal tahun ini.

"Sudah (setop produksi), khusus untuk garam konsumsi mereka sudah setop produksi. Malah ada yang sudah dari Januari setop produksi. Di daerah Cirebon, Indramayu sudah 32 IKM garam setop produksi," ujar dia saat berbincang di Jakarta, Selasa (1/7/2017).

Selain IKM, industri pengolahan garam konsumsi skala besar juga mulai menghentikan produksi. Dampak dari penghentian produksi ini, lanjut Cucu, industri tersebut juga sementara merumahkan para karyawannya.

"Yang besar seperti PT Budiono di Madura sudah tutup produksi bahkan kalau tidak salah sampai merumahkan karyawan. PT Susanti juga merumahkan karyawan. Ini efeknya luar biasa pada pengangguran," kata dia.

Menurut Cucu, dengan kondisi seperti ini wajar jika saat ini garam konsumsi mulai langka dan harganya melonjak tinggi. "Mereka bahan bakunya dari lokal, jadi karena tidak ada ketersediaan bahan baku. Jadi wajar kalau garam (konsumsi) sangat langka, sudah langka dan mahal," lanjut dia.

Nasib hampir serupa juga dialami oleh industri pengguna garam, seperti industri tekstil dan pengawetan ikan. Saat ini stok bahan baku garam di industri-industri tersebut mulai menipis hingga ada yang menutup usahanya.?

"Industri tekstil di Jawa Barat sekarang mereka menjerit. Untuk industri pengasinan saja sudah pada tutup, ikan kalau tanpa diasinkan bisa busuk. Terakhir dari Indramayu 2 ton (ikan) busuk karena tidak ada garam. Rata-rata sudah setop produksi," tandas dia.

Sebelumnya pada Jumat 28 Juli, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkap penyebab meroketnya harga garam yang terjadi belakangan ini. Ia pun menginstruksikan impor garam untuk mengatasinya.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

Kabar Baik dan Buruk soal Gaji Pekerja di Awal 2021

Jumat, 5 Februari 2021 | 13:44 WIB

Antam Digugat Karena Tudingan Janji Diskon Harga Emas

Selasa, 19 Januari 2021 | 10:48 WIB

Harga Baru Gas Elpiji 3 Kg, Ini Besarannya

Senin, 18 Januari 2021 | 07:26 WIB
X