• Senin, 27 September 2021

Utang Luar Negeri RI Naik 4,7 Persen Jadi USD340 Miliar

- Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:01 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

JAKARTA, [NEWSmedia] - Hingga akhir Agustus 2017, Bank Indonesia (BI) melaporkan, jumlah utang luar negeri Indonesia naik 4,7% menjadi USD 340,5 miliar. Ini terdiri dari utang luar negeri sektor swasta dan publik (pemerintah dan bank sentral).

Dalam laporannya, Senin (16/10/2017), BI menyampaikan, utang luar negeri swasta adalah USD 165,6 miliar (48,6% dari total utang luar negeri), angka ini tumbuh 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan utang luar negeri publik per Agustus 2017 mencapai USD 174,9 miliar (51,4% dari total utang luar negeri), angka ini tumbuh 9,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan jangka waktu asal, BI melaporkan, pertumbuhan utang luar negeri jangka panjang dan jangka pendek tetap terkendali. Utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 3,3% pada Agustus 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sementara utang luar negeri berjangka pendek tumbuh 14,6% (yoy).

Posisi utang luar negeri berjangka panjang tercatat USD 294,7 miliar (86,5% dari total utang luar negeri), terdiri dari utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 172,6 miliar (58,6% dari total utang luar negeri jangka panjang) dan utang luar negeri sektor swasta sebesar USD 122,1 miliar (41,4% dari total utang luar negeri jangka panjang).

Sementara itu, posisi utang luar negeri berjangka pendek tercatat USD 45,8 miliar (13,5% dari total utang luar negeri), terdiri dari utang luar negeri sektor swasta sebesar USD 43,5 miliar (94,9% dari total utang luar negeri jangka pendek) dan utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral sebesar USD 2,3 miliar (5,1% dari total utang luar negeri jangka pendek).

Menurut sektor ekonomi, posisi utang luar negeri swasta pada akhir Agustus 2017 masih terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih (LGA). Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,8% atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan utang luar negeri pada sektor industri pengolahan dan sektor LGA, sementara utang luar negeri pada sektor keuangan dan sektor pertambangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.

BI memandang, perkembangan utang luar negeri pada Agustus 2017 tetap sehat dan terkendali. Hal ini tercermin antara lain dari utang luar negeri ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang pada akhir Agustus 2017 tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. BI terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. [dtf]

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

Kabar Baik dan Buruk soal Gaji Pekerja di Awal 2021

Jumat, 5 Februari 2021 | 13:44 WIB

Antam Digugat Karena Tudingan Janji Diskon Harga Emas

Selasa, 19 Januari 2021 | 10:48 WIB

Harga Baru Gas Elpiji 3 Kg, Ini Besarannya

Senin, 18 Januari 2021 | 07:26 WIB
X