• Sabtu, 23 Oktober 2021

5.500 Ton Beras Impor Thailand Masuk ke RI Minggu Ini

- Kamis, 8 Februari 2018 | 07:02 WIB
Buruh memindahkan beras impor dari kapal ke truk di Pelabuhan Barang Lembar.*
Buruh memindahkan beras impor dari kapal ke truk di Pelabuhan Barang Lembar.*

Selain impor beras, Bulog masih tetap harus melaksanakan tugasnya, yakni menyerap gabah petani sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tak Ingin Ambil Risiko

Impor beras 500 ribu ton bukanlah tanpa alasan. Pemerintah harus melakukan impor untuk merepons harga beras yang meningkat tajam sejak Desember 2017 dan mengantisipasi kekurangan produksi di bulan kedua ini.

"Apapun penyebabnya (kenaikan harga beras, pemerintah merasa perlu untuk memperkuat cadangan beras dan nasional demi stabilnya harga beras di masyarakat," tutur Moeldoko.

Dia mengatakan, naiknya harga beras ini tidak hanya terjadi di tingkat eceran, namun juga di tingkat petani, sampai grosir. Kenaikan itu ditunjukkan dengan peningkatan harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG), maupun harga beras di pasar.

"Ini terjadi meski Bulog telah melakukan intervensi yang signifikan di pasar sejak Desember 2017," ujarnya.

Potensi kekurangan produksi beras pun membayangi pemerintah. Pasalnya, Moeldoko bilang, waktu panen meleset. Belum lagi gangguan hama, gangguan distribusi akibat cuaca, dan banjir di area persawahan.

"Semua bisa terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah sudah berupaya untuk meminimalisir ini semua, namun pemerintah tidak ingin ambil risiko karena panen raya baru akan terjadi pada Maret-April mengikuti siklus normalnya," tukas Moeldoko. [lpt]

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X