• Kamis, 2 Desember 2021

Banten Punya 6.468 Hektare Kebun Kopi, Produknya Bisa Jadi 'Fine Robusta' Indonesia

- Jumat, 6 Juli 2018 | 16:02 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Di tengah menjamurnya kafe atau kedai kopi di wilayah Provinsi Banten, sayangnya masih sangat jarang kafe atau kedai yang menjual kopi asli Banten. Padahal, di Banten ada 6.468 hektare kebun kopi dan jika produksinya dikembangkan dengan baik, kopi Banten bisa menjadi kopi terbaik Indonesia, karena citarasanya.

Potensi tentang Kopi Banten tersebut terungkap dalam talkshow program 'Pak Pemred Siaran Pagi' di Radio Serang Gawe 102,8 FM dengan narasumber Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Purnohadi bersama Pegiat Kopi, Purwaindera Arie, yang dipandu Pemimpin Redaksi NEWSMEDIA.CO.ID, Rapih Herdiansyah, di Studio Radio Serang Gawe, Jumat (6/7/2018).

"Banten ini sejarahnya adalah salah satu sentra kopi nasional, pada zaman belanda dulu. Saya keliling juga ke Gunung Karang Pandeglang, banyak sekali pohon kopi, tetapi belum digarap secara maksimal," kata Purwaindera Arie.

Arie merupakan pengusaha yang mengelola kedai kopi bernama Banyu Biru Coffee di kawasan Ciceri, Kota Serang. Ia juga menjadi produsen kopi yang lahannya berada di luar Banten, namun produknya dipakai untuk memenuhi kebutuhan kedainya di Banten.

"Di kafe, saya menyajikan 18 varietas kopi specialty grade nasional Indonesia, single origin. Pada saat di beberapa kegiatan banyak yang tanya ke saya, kok kopi luar semua Mas, mana Banten nya?. Itu pertanyaan menarik buat kita pegiat kopi di Banten," kata Arie.

-
Purwaindera Arie di kedai kopi 'Banyu Biru Coffee' miliknya.*

Ia pun mengungkapkan, kopi yang berasal dari perkebunan di Banten memang ada bahkan potensial. Tetapi sayangnya memang belum digarap dengan maksimal. Padahal jika dikembangkan dengan baik, Arie mengatakan kopi Banten bisa menjadi Fine Robusta Indonesia atau kopi terbaik Indonesia, seperti halnya Kopi Lampung, Robusta Bali Tabanan dan Robusta Dampit Malang.

"Rasa kopi Banten itu ada aroma cokelat, dan juga ada aroma rempah-rempahnya. Itu bisa menjadi Fine Robusta Indonesia," ucapnya.

Menurut Arie, potensi kopi di Banten memang perlu dikembangkan dan dioptimalkan, baik dari segi harga, pendistribusian. Termasuk penanganan proses untuk menjaga kualitas kopinya. "Kopinya dari mana, penanamannya bagaimana, proses perawatannya seperti apa, panennya seperti apa, proses pascapanennnya seperti apa dan siapa yang mengolah? Karena dari 100 persen kopi bagus, 60 persennya adalah faktor petani, 30 persen roaster (alat pengolah) dan 10 persen di Barista (peracik)," terangnya.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X