• Kamis, 28 Oktober 2021

Adam Adhary, 'Pesulap' Kayu Bekas Menjadi Furnitur Indah Asal Serang

- Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:58 WIB
Produksi kayu bekas menjadi furntur di Sanggar Jati Belanda Garasi Kapal di Perumahan Banjarsari Permai, Cipocok Jaya, Kota Serang. [ist]*
Produksi kayu bekas menjadi furntur di Sanggar Jati Belanda Garasi Kapal di Perumahan Banjarsari Permai, Cipocok Jaya, Kota Serang. [ist]*

SERANG, [NEWSmedia] - Berkembangnya Belanda Garasi Kapal tak lepas dari hobi sang pemilik. Perusahaan UMKM pengolahan limbah palet yang digawangi seorang yang berprofesi sebagai wartawan ini, sekarang pemasarannya mulai menggurita ke luar Banten.

Bersama sejumlah pegawainya, Adam Adhary, ‘menyulap’ kayu-kayu bekas menjadi berbagai furnitur indah, bahkan dari hobinya itu, kini ia maraup omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Sekilas tak terlihat ada kegiatan saat menyambangi Sanggar Jati Belanda Garasi Kapal di salah satu pojok Perumahan Banjarsari Permai, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Namun saat memasuki sebuah garasi, berbagai ornamen yang terbuat dari kayu terpampang pada sebuah gerai. Garasi utama yang diubah menjadi galeri menampilkan berbagai kreativitas yang menawan.

“Inilah kayu-kayu limbah itu. Sekarang telah berubah bentuk,” kata owner Garasi Kapal, Adam Adhary kepada wartawan yang menyambanginya, seraya memperlihatkan berbagai seni pyrografi yang tertata di sebuah galeri yang juga terbuat dari palet-palet bekas.

Di belakang rumah, galery sekaligus workshop itu berada. Di atas lahan sekitar 450 meter persegi berbagai kegiatan dilakukan. Kawasan industri kreatif yang memadukan taman kebun sekaligus bengkel kayu, membuat nyaman yang bertandang.

“Sengaja dibuat konsep begini (taman kebun, red), agar terasa nyaman. Yang bekerja jadi kerasan, yang berkunjung merasakan kesejukan. Kalau pun limbah dan bengkel, jangan kumuh lah,” ujarnya, seraya mengajak berjalan menuju rumah produksi yang tepat berada di belakang tempat rumahnya.

Dikisahkan Adam, usaha yang dirintisnya awal 2018 itu bermula dari hobi. Kreatifitasnya muncul saat melihat tumpukan kayu sisa pembuatan gardu ronda di lingkungan tempat tinggalnya.

“Akhir tahun 2017 banyak sekali maling. Akhirnya warga sepakat ronda, yang ujung-ujungnya harus membuat gardu ronda. Berfikir ekonomis, membuat gardu pun akhirnya pakai kayu-kayu limbah pabrik. Sisanya itu saya jadikan kursi, rak buku dan bangku taman,” kisahnya.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X