• Kamis, 21 Oktober 2021

Adam Adhary, 'Pesulap' Kayu Bekas Menjadi Furnitur Indah Asal Serang

- Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:58 WIB
Produksi kayu bekas menjadi furntur di Sanggar Jati Belanda Garasi Kapal di Perumahan Banjarsari Permai, Cipocok Jaya, Kota Serang. [ist]*
Produksi kayu bekas menjadi furntur di Sanggar Jati Belanda Garasi Kapal di Perumahan Banjarsari Permai, Cipocok Jaya, Kota Serang. [ist]*

Awalnya mau dipakai sendiri, lalu iseng-iseng ia pasarkan secara online. Tak disangka-sangka, hasil karyanya disukai banyak orang. Tiga unit yang dibuat dengan peralatan sederhana ludes dibeli orang. Selanjutnya ia pun kembali membeli kayu limbah, sekaligus menambah peralatan.

-

Syahdan, setelah hampir 10 bulan menggeluti usaha yang menjadi hobinya, Adam mengakui penjualannya sangat potensial. Karena jenis kayu pinus, atau yang populer disebut jati belanda banyak disukai orang. Karena bentuknya yang unik, dengan serat-serat kayu yang kuat menampilkan sebuah keindahan. Selain karya seninya yang memikat, jenis kayu impor itu tergolong kayu yang tak disukai hama atau pun rayap.

“Saat ini banyak masyarakat mulai bosan dengan produk-produk pabrikan. Selain itu saat ini banyak orang menghargai hasil kreativitas, dan ini peluang yang harus dipenuhi. Alhamdulillah, saat ini garasi kapal tidak hanya melayani konsumen di wilayah Banten saja, tapi juga hingga melakukan pengiriman hingga luar kota,” ujar wartawan senior ini.

Pesanan mulai banyak, secara otomatis berdampak terhadap bertambahnya tenaga kerja. Ia mengaku bangga, bisa menjadi bagian dalam menekan jobless (angka pengangguran, red).

“Saat ini tukang ada dua orang, bagian finishing dua orang. Tapi pada saat-saat tertentu saya panggil tenaga ad hoc. Syukur alhamdulillah pesanan juga mulai banyak. Saya selalu mengutamakan kualitas, makanya setiap pelanggan saya mintai komentar saat barang dikirim. Saya sangat senang dikritik, apalagi jika diberikan masukan dari karya yang kita buat. Ini jadi pemicu untuk lebih baik lagi,” kata Mantan Pemimpin Redaksi Harian Banten Pos ini.

Soal bahan baku, kata Adam, Banten adalah kawasan industri yang secara otomatis banyak menghasilkan limbah kayu pinus. Kendati demikian diakuinya, pemenuhan bahan baku gampang-gampang susah. Karena Banten juga menjadi tujuan pemenuhan bahan baku dari luar Banten. Untuk itu, ia pun rajin hunting untuk memenuhi stok.

"Bahan baku ini sudah lebih awal dipasok ke Jawa Tengah, Bandung dan daerah lain,” jelas Adam.

Saat ditanya berapa omzetnya saat ini, Ia pun meperlihatkan data-data pesanan yang tertata dalam laptopnya. Jika melihat grafiknya terus mengalami peningkatan. Bahkan pada bulan terakhir ini nyaris mencapai angka seratus juta dalam hitungan belum genap satu bulan.

"Kualitas terus diperbaiki, varian produksi semakin berkembang, pesanan juga tak hanya di wilayah sekitar. Saya akui pengaruh medsos sangat membantu pemasaran. Saya gunakan instagram dan facebook, responnya luar biasa,” Adam berbagi informasi.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X