• Senin, 5 Desember 2022

Ramalan Bank Indonesia Jika Pemerintah Naikkan Tarif Listrik di 2020

- Selasa, 10 Desember 2019 | 11:37 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Pemerintah memutuskan untuk memangkas subsidi energi listrik bagi pelanggan mampu 900 VA pada 2020. Imbasnya tarif listrik pelanggan tersebut berpotensi naik karena mengikuti skema penyesuaian atau tariff adjustment.

Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan tarif listrik tersebut tidak akan berpengaruh besar hingga menyebankan gejolak pada perekonomian. Target inflasi hingga pertumbuhan ekonomi dinilai tak akan terdistorsi.

"Inflasi dari administered price pasti ada kenaikan tapi target inflasi masih bisa. Target pertumbuhan tidak akan terganggu," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono, saat ditemui di Labuan Bajo, Senin (9/12/2019).

BI memahami langkah pemerintah dalam memangkas perlahan segala bentuk subsidi. Sebab, hilangnya subsidi akan membuat tekanan penyumbang inflasi dari sisi diatur pemerintah atau administered price akan berkurang.

"Tidak ada lagi inflasi administered price atau akan minimal kalau tidak ada lagi subsidi," tuturnya.

SVP Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto, menambahkan pemerintah diminta menjaga harga sembilan bahan pokok (sembako) jika harus memutuskan menaikkan tarif listrik.

"Ketika penarikan subsidi listrik terjadi akan mendorong inflatoir dari konsumsi listrik. Maka dari sisi non administered price harus bisa dikontrol terutama harga sembako sehingga bisa deflatoir," jelasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, rencana kenaikan tarif listrik pada tahun 2020 akan mengerek angka inflasi. Sebab, tarif listrik merupakan salah satu komponen yang diatur oleh pemerintah sehingga bila diubah akan langsung berpengaruh.

"Kalau kita membicarakan tarif dasar listrik karena bobotnya besar ya pasti akan berpengaruh," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini