• Minggu, 3 Juli 2022

Ekonom Ungkap Ketimpangan Stimulus Corona UMKM Vs Pengusaha

- Kamis, 11 Juni 2020 | 12:32 WIB
Foto Ilustrasi.*
Foto Ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai stimulus ekonomi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih kurang 'nendang'. Bahkan, stimulus tersebut kalah besar dari yang pemerintah beri ke perusahaan besar.

"Stimulus yang diberikan jumlahnya belum memadai. Jadi bisa dibilang belum nendang," ucap Tauhid dalam diskusi virtual, Rabu (10/6).

Tauhid menjabarkan beberapa kelemahan stimulus ekonomi dari pemerintah untuk sektor UMKM. Pertama, total nilai stimulus masih lebih rendah dari yang diberikan untuk perusahaan besar.

Berdasarkan data dana penanganan dampak pandemi virus corona atau Covid-19, stimulus ekonomi untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun. Sementara stimulus untuk perusahaan besar mencapai Rp179,48 triliun.

Bahkan, khusus di bidang insentif perpajakan, insentif untuk UMKM hanya sekitar Rp2,4 triliun. Sedangkan perusahaan besar mencapai seluruh dari total stimulus Rp179,48 triliun.

"Jadi di mana keberpihakan untuk kerakyatan dan UMKM?" ujarnya.

Kedua, stimulus yang diberikan kemungkinan tidak optimalnya sangat besar. Hal ini tercermin pada program subsidi bunga dengan alokasi Rp35,28 triliun untuk 60,66 juta rekening UMKM.

Menurutnya, memang alokasi cukup besar dan menjangkau luas sampai 60,66 juta UMKM. Sayangnya, menurut data kompilasi dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah UMKM yang memiliki rekening hanya sekitar 12,67 juta atau 19,74 persen dari target pemerintah.

"Ibaratnya yang potensial dapat baru 19,74 persen ini untuk dapat subsidi bunga. Khawatirnya 80 persen lainnya tidak bisa mendapatkan karena terbatasnya akses mereka ke perbankan," katanya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

Kapan Gaji 13 Cair? Cek Tanggal Resminya di Sini

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:46 WIB