• Rabu, 20 Oktober 2021

Seba Baduy, Amanat Luhur 'Urang Kanekes' untuk Pemerintah di Banten

- Sabtu, 29 April 2017 | 12:31 WIB
Tradisi Seba Baduy
Tradisi Seba Baduy

SERANG, [NEWSmedia] - Ribuan warga Baduy sudah berkumpul di stadion Ciceri Kota Serang, yang rencananya akan bertemu dengan Bapak Gede (Gubernur Banten) dalam prosesi Seba Baduy di Museum Negeri Banten, hari ini, Sabtu, 29 April 2017.

Prosesi sakral Urang Kanekes atau dikenal Suku Baduy yakni Seba Baduy Gede telah dimulai sejak Jumat kemarin. Mereka turun gunung sambil membawa beragam hasil bumi sebagai ‘buah tangan’ untuk Ibu Alit dan Bapak Gede.

Warga Baduy dalam dan Baduy luar berangkat dari Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan berjalan kaki sejauh 115 kilometer tanpa menggunakan alas kaki.

Perjalanan tersebut dijalani sesuai dengan tradisi mereka yang tidak memperbolehkan warga Baduy Dalam memakai sandal dan sepatu.

Baca Juga: Hasan Alaydrus, Orang Banten yang Berhasil Mengislamkan Seribu Warga Baduy

Upacara adat Seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Selama tiga bulan itulah masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy dalam, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Seba dalam artian ‘sowan’, secara sederhana berarti menjalin silaturahmi dengan pemerintah setempat.

Menurut pengamat Baduy Uday Suhada, esensi dari Seba baduy adalah menyambung silaturahmi antara warga Baduy dengan pemerintah.

Baca Juga: Abah Thowil Jawilan, Kiai Banten yang Tidak Mempan Dibakar Perampok

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X