• Rabu, 20 Oktober 2021

Abah Thowil Jawilan, Kiai Banten yang Tidak Mempan Dibakar Perampok

- Jumat, 30 Juli 2021 | 18:22 WIB
Abah Thowil Jawilan, Kiai pendiri Pesantren Assalamiyah yang tak meepan dibakar. (Dok: IMK)
Abah Thowil Jawilan, Kiai pendiri Pesantren Assalamiyah yang tak meepan dibakar. (Dok: IMK)

NEWSmedia - Penampilan Kiai Haji Muhammad Thowil memang sederhana. Masyarakat di sekitarnya pun memanggilnya dengan sapaan yang sederhana, Abah Thowil.

Namun siapa sangka, Abah Thowil yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Assalamiyah Jawilan itu sakti mandraguna. Pesantrennya kini masih eksis berlokasi di Curugsari Desa Cemplang Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.

Abah Thowil, kelahiran 11 Januari 1923 itu bukan hanya kharismatik secara penampilan, namun ia juga memiliki banyak kesaktian. Salah satunya, Abah Thowil tak mempan dibakar.

Pada masa penjajahan Belanda, Abah Thowil termasuk salah seorang kiai yang sering keluar masuk hutan melawan penjajah Belanda.

Baca Juga: Profil Singkat Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Prof. Wawan Wahyudin

Dalam berbagai pertempuran, tak jarang tubuhnya terkena peluru tentara Belanda. Namun, timah panas tersebut tak pernah mampu membuat lecet kulit mantan santri KH Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Karena tak kenal kompromi dengan penjajah, Abah Thowil pernah diasingkan ke luar Banten oleh penjajah. Cerita dari mulut ke mulut tentang kesaktian Abah Thowil pernah membuat penasaran para perampok. Mereka ingin menjajal kekebalan kiai yang dikenal santun tersebut.

Kisah tentang kiai sakti itu diceritakan oleh KH. Ahmad Bazari Syam, murid sekaligus cucu mantu Abah Thowil.

Pada suatu malam, enam perampok berwajah bringas mendobrak pintu rumah Abah Thowil. Mereka datang membawa dua misi, merampok dan membunuh Abah Thowil.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X