• Rabu, 20 Oktober 2021

Tus Kuncung, Qori Nasional Pertama Asal Banten, Pernah Menjadi Imam Solat Subuh Buya Hamka

- Senin, 2 Agustus 2021 | 10:27 WIB
Tus Kuncung, Qori Nasional Pertama asal Banten (Syair Asiman)
Tus Kuncung, Qori Nasional Pertama asal Banten (Syair Asiman)

NEWSmedia - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Adagium tersebut sangat masyhur di telinga anak bangsa, namun masih asing di tingkat pengamalan. Bangsa kita terbukti sering mudah lupa, termasuk tentang para pelaku sejarah di lingkungannya dan (tentu saja) yang ikut membesarkannya. Salah satunya tentang Tus Kuncung, qori nasional pertama asal Banten.

Tubagus Wasi’ Abbas atau lebih dikenal dengan sapaan Tus Kuncung, merupakan salah seorang pelaku sejarah yang masyhur pada zamannya. Ia bukan saja berhasil mengharumkan nama Banten di panggung nasional lewat alunan Alquran, tapi juga menuntun masyarakat Banten ketika itu menjadi komunitas yang cinta Alquran.

Sekitar era 70-an, siapa yang tidak kenal Tus Kuncung. Suaranya yang merdu, mengantarkanya sebagai salah seorang peserta pertama dalam sejarah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional yang diselenggarakan di Medan. Ketika itu ia mewakili Jawa Barat.

Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Banten Tolak Pengadaan Laptop Merah Putih

Pria kelahiran 1930 di Kasunyatan Kasemen, Serang ini memiliki segudang pengalaman soal belajar dan mengajarkan Alquran. Para santrinya tersebar di berbagai pelosok negeri, dari guru ngaji di kampung-kampung sampai qori tingkat internasional.

Dalam perjalanannya sebagai qori, ulama yang menguasai Bahasa Belanda dan Arab ini sempat bertemu dengan sejumlah tokoh nasional seperti Presiden Soekarno dan Hamka. Pertemuan dengan dua tokoh tersebut menyisakan kenangan tersendiri di hati putra pasangan KH. Tubagus A. Abbas dan Hj. Nyi Mas Uryan ini.

Baca Juga: Kenapa Spesifikasi Laptop Merah Putih Tidak Sesuai dengan Harga Rp10 Juta? Begini Penjelasannya

Semasa hidupnya, suami Hj. Siti Junaedah dikenal sebagai orang tua yang sangat jarang sakit. Ketika usianya menginjak 75 tahun, ia tampak masih perkasa. Pancaindranya masih berfungsi normal. Ia, misalnya, masih mampu mengingat tahun-tahun bersejarah dalam perjalanan hidupnya.

Ia juga masih hafal nama sejumlah qori yang seangkatan dengannya. Tentang kelebihan ini, ia pernah bebagi rahasi.

Halaman:

Editor: Syair Asiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X