• Rabu, 20 Oktober 2021

Hasan Alaydrus, Orang Banten yang Berhasil Mengislamkan Seribu Warga Baduy

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 17:39 WIB
Hasan Alaydrus, tokoh Banten. (Dok. Syair Asiman/NEWSmedia)
Hasan Alaydrus, tokoh Banten. (Dok. Syair Asiman/NEWSmedia)

NEWSmedia - Perjuangan Hasan Alaydrus meningkatkan status Banten menjadi provinsi pada dekade 60-an menghantarkannya sampai ke penjara. Meski telah disekap selama empat bulan di ‘hotel prodeo’ yang pengap, idealisme lelaki kelahiran 17 Agustus 1944 itu tak luntur.

Kokohnya teralis besi, justru semakin membentuk karakter juangnya yang konsisten. Di tengah ancaman Kristenisasi, Hasan berhasil mengislamkan seribu warga Baduy. Sejak remaja, lelaki ‘gila organisasi ini memang memiliki kebiasaan unik.

Ketika teman-teman sepermainannya sedang keranjingan budaya pop, pria yang dikenal dekat dengan warga Baduy itu malah memilih profesi sebagai tukang memandikan, mengkafani, mensalati dan mengubur orang mati. Kebiasaan itu dijalaninya sejak Hasan masih berusia 13 tahun.

Baca Juga: Ribuan Tentara AS Berada di wilayah Indonesia Selama 2 Minggu Sampai 14 Agustus 2021

“Jabatan sebagai tukang memandikan orang mati, saya warisi dari orangtua dan kakek. Terus terang, saya bangga bisa melakukan pekerjaan yang tidak semua orang mampu melakukannya tersebut, termasuk jika yang meninggal itu warga Baduy,” ujar Hasan Alaydrus mengenang masa-masa remajanya yang tak lazim bagi kaula muda sekarang.

Kebiasaan mengurus orang mati, tampaknya berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup Hasan. Sebab selain dibutuhkan skill, memandikan dan mengkafani orang mati memerlukan keberanian yang besar.

Oleh karena itu, tak semua orang bisa menjadi tukang memandikan mayat. Lelaki berambut ikal keturunan ulama besar itu, tak pernah kenal takut ketika mengungkapkan kebenaran (kul al-haq wa lau kaana murron).

Baca Juga: Daftar 39 Aplikasi Tidak Bisa Dibuka Pakai Kuota Internet Bantuan Kemendikbud, Facebook-TikTok di antaranya

Dampak positifnya, di sejumlah organisasi yang diikuti, nama Hasan selalu bertengger pada jajaran pengurus teras. Mantan wartawan PELITA pada 1972-1973 itu, nampaknya ditakdirkan sebagai pemimpin.

Selain pernah duduk di kursi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten, Hasan Alaydrus juga pernah memegang amanah sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X