Minggu, 17 Februari 2019 |
News Room - Pemerintahan

Gubernur Banten Pecat Dua Pegawai, Salah Satunya ASN Pengguna Narkoba

Rabu, 05 Jul 2017 | 17:40 WIB Dibaca: 5236 Pengunjung

Gubernur Banten Wahidin Halim bersalaman dengan pegawai usai apel di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang. (Dok: NEWSmedia)

SERANG, [NEWSmedia] - Gubernur Banten Wahidin Halim rupanya sudah mengambil tindakan tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten yang melakukan pelanggaran berat atau indisipliner. Salah satunya kepada ASN yang terjerat kasus narkoba.

"Sudah saya ditandatangai SK-nya, yang narkoba dipecat" kata Wahidin Halim saat ditanya terkait hasil evaluasi atas ASN Pemprov Banten yang indisipliner.

Wahidin mengaku telah menandatangani surat keputusan (SK) pemecatan terhadap dua orang ASN di lingkungan pemprov yang dianggap sudah melakukan pelanggaran berat. Namun mantan Wali Kota Tangerang itu tidak menyebut siapa saja ASN yang dipecat.

Namun berdasarkan catatan NEWSmedia, pada Agustus 2015, seorang pejabat Eselon IV di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten berinisial BD, ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten. Namun kasus BD tidak diproses sampai ke pengadilan, dan tersangka masih tetap aktif bekerja sebagai pegawai di Dinsos Provinsi Banten.

BD yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Seksi Jaminan Sosial pada dinas tersebut, disergap saat berada di ruang kerjanya pada malam hari. Dalam penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti 1,5 gram sabu dan lima butir pil ekstasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat terkonfirmasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten terkait nama-nama ASN yang disanksi.

Menurut Wahidin Halim, siapapun pegawai yang melakukan pelangaran berat dan tidak mencerminkan hal-hal positif kepada masyarakat pasti akan diberikan sanksi tegas.

“Imbauan saya, jangan coba-coba pakai narkoba, itu sangat berbahaya, dan saya harap tidak ada tindakan dan perbuatan seperti itu lagi ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, tim disiplin pegawai yang dipimpin oleh Sekda Banten, Ranta Soeharta melakukan rapat pleno penegakan dispilin pegawai. Keputusannya, dua orang PNS pemprov pada tahun ini direkomendasikan diberhentikan secara tidak hormat.

Dua ASN tersebut dinilai sudah melakukan pelanggaran berat dengan melakukan tindakan indispliner, yakni menggunakan narkoba dan seorang lainnya tidak pernah masuk kerja selama 80 hari berturut-turut, sesuai dengan PP 53 tahun 2010.

Selain itu, ada tujuh orang ASN lainnya yang diturunkan pangkat dan golongannya, karena berbagai tindakan indipliner, seperti melakukan perselingkuhan.

Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni, mengatakan, pemberian sanksi kepada ASN diharapkan dijadikan pembelajaran bagi pegawai lainnya untuk meningkatkan etos kerja dan bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Dari tahun ke tahun, kami melihat ada punishment kepada ASN, dari pemberian sanksi ringan, sedang, bahkan pemecatan. Ini harusnya menjadi cermin kepada pegawai lainnya, agar tidak melakukan pelanggaran, apalagi sampai tidak masuk selama 80 hari berurut-turut," kata Nuraeni.

Ia menyesalkan masih saja ada pegawai pemprov yang dengan berani menentang aturan. Padahal jika dilihat dengan beban kerja dan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan sudah lebih baik.

“Di pemprov ini sudah ada pemberian insentif berupa tunjangan kinerja, jadi tidak ada alasannya lagi sebenarnya kalau ada ASN bermalas-malasan. Padahal untuk menjadi pegawai sipil di pemerintahan sangat sulit," tuturnya. [ant/ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Gubernur Banten Pecat Dua Pegawai, Salah Satunya ASN Pengguna Narkoba
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top