Selasa, 26 Maret 2019 |
News Room - Pendidikan

Guru Besar UI Tersingkir, 4 Nama Bersaing Jadi Rektor Untirta

Rabu, 13 Mar 2019 | 14:31 WIB Dibaca: 1127 Pengunjung

4 Calon Rektor Untirta periode 2019-2023. (Foto inzet, dari kiri: Agus Ismaya, Fatah Sulaiman, Suherman dan Tubagus Ismail)

SERANG, [NEWSmedia] - Pemilihan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten sudah masuk ke tahap penetapan calon. Dari 6 kandidat bakal calon yang mendaftar, 2 orang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Dua orang yang dinyatakan tidak lulus yakni Ibnu Hamad (Guru Besar FISIP Universitas Indonesia) dan Ranty Pancasasti (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta). Keduanya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti pemilihan Rektor Untirta periode 2019-2023.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Untirta Mas Iman Kusnandar mengatakan, Ibnu Hamad tidak memenuhi persyaratan karena tidak melengkapi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Sementara Ranty Pancasasti tidak memenuhi persyaratan karena tidak memenuhi standar jabatan akademik sebagai calon Rektor.

“Sudah ditetapkan empat calon, selanjutnya akan diserahkan ke Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kemudian akan dilakukan pemaparan visi dan misi pada 10 April 2019 mendatang,” kata Mas Iman dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Diketahui, penetapan 4 calon Rektor Untirta tersebut diputuskan dalam Sidang Senat Untirta yang dilaksanakan di Ruang Rapat Rektor Untirta, Rabu (13/3/2019). Empat nama tersebut yaitu Agus Ismaya Hasanudin, SE, SH., M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta), kemudian Dr. H. Fatah Sulaiman, ST, MT (Wakil Rektor I Bidang Akademik Untirta), Ir. H. Suherman, MM., M.Si (Dosen Fakultas Pertanian Untirta) dan Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE., MM. Ak,CA (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta).

Dari 4 nama yang ditetapkan selanjutnya diserahkan ke Kemenristekdikti. Setelah itu, keempatnya akan menjalani uji pemaparan visi dan misi pada 10 April mendatang.

Latar Belakang 4 calon Rektor Untirta

Diketahui, dalam untuk menjadi calon Rektor Untita, panitia mewajibkan syarat khusus yang mengacu pada Peraturan Menristekdikti dan Peraturan Senat Untita. Persyaratan tersebut yaitu pendaftar harus PNS yang bergelar doktor dan memiliki jabatan akademik minimal sebagai Lektor Kepala.

Tentunya, 4 nama calon tersebut telah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Rektor. Mereka tinggal mengikuti tahapan seleksi berikutnya untuk dipilih menjadi orang nomor satu di kampus.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untirta, Asep Abdullah Busro mengatakan, para kandidat merupakan akademisi yang memiliki kompeten di masing-masing bidang.

Ia pun mencoba membeda profil masing-masing calon Rektor Untirta tersebut. Asep menyebut pertama kali nama Dr. Fatah Sulaiman. Menurut dia, Fatah yang kini menduduki jabatan sebagai Wakil Rektor I Untirta, memiliki background organisasi yaitu di Nahdlatul Ulama (NU), sama seperti Rektor Untirta saat ini, Prof Sholeh Hidayat.

“Memang beliau (Fatah Sulaiman) kompeten dan memiliki background organisasi, di NU. Itu bisa jadi modal utama untuk memimpin. Kapasitas sebagai wakil rektor satu memiliki relevansi dengan proses penetapan akreditasi Untirta menjadi A. Saya pikir kompeten,” katanya.

Kemudian, nama kedua yang disebut adalah Prof. Dr. Tubagus Ismail. “Beliau senior dan kompeten selaku Guru Besar di bidang ekonomi dan bisnis,” tuturnya.

Selanjutnya Dr. Agus Ismaya Hasanudin. Menurut Asep, Agus Ismaya merupakan salah satu dosen potensial di Untirta. Ia mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “(Agus Ismaya) rising star, tapi memang saya lihat masih butuh pematangan lebih lanjut,” ujarnya.

Yang terakhir adalah Dr. Ir. Suherman, dosen yang merupakan alumni Untirta. “Saya juga kaget beliau mendaftar, tidak pernah bicara dan ngasih tahu ke saya. Tapi ini ijtihad dari beliau, patut kita sambut, mungkin dalam rangka semangat mengabdi kepada almamater Untirta, tentu kita sambut positif,” ucapnya.

Asep juga mengatakan Dr. Ir. Suherman berkompeten untuk menempati jabatan Rektor Untirta. “Beliau punya pengalaman sebagai Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan, pernah jadi Dekan Pertanian, ya kompeten lah beliau,” terangnya.

“Pada prinsipnya dari empat calon tersebut, seluruhnya memiliki kompetensi dan kapasitas untuk memimpin,” tambah Asep, seraya berharap Rektor Untirta selanjutnya bisa seperti Prof. Soleh Hidayat yang dinilai sukses selama dua periode memimpin Untirta.

Sementara itu, dari perwakilan mahasiswa, Wakil Ketua BEM Untirta, Anwar Baihaki berharap Rektor Untirta yang baru nanti harus bisa mendengar aspirasi mahasiswa. "Saya mewakili suara mahasiswa ingin Rektor terpilih nanti mampu menampung segala aspirasi kami,” ucap Anwar.

Menurut dia, aspirasi yang diinginkan mahasiswa di antaranya adalah kebijakan terkait besaran uang kuliah tunggal (UKT). Diketahui, besaran UKT bagi mahasiswa bervariasi dibedakan berdasarkan kelompok, mulai dari Rp500 ribu sampai yang tertinggi Rp7,5 juta per semester. “Harapan kepada Rektor baru nanti, bisa melakukan penggolongan ulang terkait UKT,“ pintanya.

Selain itu, kata Anwar, mahasiswa juga ingin dihapuskan pemberlakuan Biaya Pengembangan Institusi (BPIn). “Siapapun rektor terpilih saya berharap nantinya akan pro terhadap mahasiswa dan mengkaji ulang kebijakan yang saat ini ada di Untirta," lanjutnya. 

“Kami berharap sekali Rektor yang baru nanti bisa menerima aspirasi dan saran kami. Aspirasi kita ditampung dan dilaksanakan dengan baik. Rektor pro terhadap mahasiswa dan tidak anti kritik. Ketika aspirasi tidak diterima, demo menjadi jalan terakhir,” ujarnya. [kb/idr]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher:
Bagikan:

LAINNYA

Aturan Tarif Ojek Online Diumumkan Hari Ini
Senin, 25 Mar 2019 | 16:52 WIB
Aturan Tarif Ojek Online Diumumkan Hari Ini
Jokowi: Banten Kumaha Damang?
Minggu, 24 Mar 2019 | 18:05 WIB
Jokowi: Banten Kumaha Damang?

KOMENTAR

Guru Besar UI Tersingkir, 4 Nama Bersaing Jadi Rektor Untirta
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top