• Minggu, 29 Mei 2022

Potret Wajah Muda Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Menjadi 'Sopir' sang Mertua A.M Hendropriyono

- Rabu, 3 November 2021 | 18:15 WIB
Foto Jenderal Andika Perkasa bersama mertuanya, A.M Hendropriyono.  (Instagram/@diaz.hendropriyono)
Foto Jenderal Andika Perkasa bersama mertuanya, A.M Hendropriyono. (Instagram/@diaz.hendropriyono)

NEWSmedia - Hari ini, Rabu, 3 November 2021, DPR menerima Surat Presiden (Surpres) mengenai usulan calon Panglima TNI. Dalam surat itu, Jenderal Andika Perkasa diusulkan sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Jenderal TNI Andika Perkasa saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD). Ia merupakan menantu dari Jenderal Purnawirawan A.M Hendropriyono, Kepala BIN ke-11 pada 2001 hingga 2014.

Sebelumnya, nama yang digadang-gadang menjadi calon Panglima TNI selain Andika Perkasa, adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa Calon Kuat Panglima TNI Tajir Melintir, Kekayaannya Tersebar Hingga ke Amerika

Namun DPR telah mengumumkan, bahwa hanya ada satu nama calon Panglima TNI yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Presiden pada suratnya mengusulkan hanya satu nama calon Panglima TNI kepada DPR RI untuk dapat mendapatkan persetujuan. Presiden telah menyampaikan Surat Presiden mengenai usulan calon Panglima TNI kepada DPR RI atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa SE, MH., M.Sc,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani dalam konferensi pers di Gedung DPR, Rabu, 3 November 2021.

Puan mengatakan, setelah menerima Surpres mengenai usulan calon Panglima TNI yang baru, selanjutnya DPR RI akan menindaklanjuti dengan menjadwalkan fit and proper test yang dilakukan oleh Komisi I DPR.

Hasil uji kepatutan dan kelayakan nantinya akan disahkan di rapat paripurna, untuk kemudian Panglima TNI dilantik oleh Presiden.

Baca Juga: Heboh! Indonesia Jadi Presidensi G20, Presiden Jokowi: Indonesia Merasa Terhormat

Diketahui Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memasuki masa pensiun pada November 2021. Sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam undang-undang, maka pemberhentian Panglima TNI dan pengangkatan panglima baru memerlukan beberapa tahapan yang harus dijalankan, salah satunya persetujuan DPR.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini