• Rabu, 17 Agustus 2022

Sinopsis Film Yuni yang Masuk Ajang TIFF, Angkat Cerita tentang Remaja dengan Bahasa Jawa Serang

- Rabu, 17 November 2021 | 19:32 WIB
Sinopsis film Yuni yang masuk ajang TIFF dan tayang pertama kali di Kanada dan tayang pada 9 Desember 2021 di Bioskop Indonesia (Foto: Imdb)
Sinopsis film Yuni yang masuk ajang TIFF dan tayang pertama kali di Kanada dan tayang pada 9 Desember 2021 di Bioskop Indonesia (Foto: Imdb)

NEWSmedia - Film Yuni yang akan tayang perdana pada 9 Desember  dibioskop ini merupakan film yang berhasil masuk dalam nominasi bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) dan tayang untuk pertama kali di Kanada.

Film garapan sutradara Kamila Andini dengan produser Ifa Isfansyah ini merupakan film bergenre remaja edukasi pranikah yang diambil dan diadaptasi dari gambaran kehidupan seorang remaja perempuan yang hidup dilingkungan masyarakat dengan kepercayaan mitos yang tinggi.

Selain menjadi film jebolan awards dunia, film ini juga merupakan film yang menarik karena bahasa yang digunakannya.

Baca Juga: Pengumuman Hasil SKD Kemenkominfo Resmi Dirilis, Cek Namamu di Sini dan Ikuti Langkah-langkahnya!

Dialog dalam film ini dominan menggunakan bahasa Jaseng (Jawa Serang) dimana sangat jarang ditemukan dalam film-film layar lebar lainnya.

Selain itu, menggunakan bahasa Jawa Serang, film ini juga mengambil beberapa latar tempat di daerah Banten.

Film ini merupakan film yang ditunjukan bagi para penonton mulai dari remaja, orang tua bahkan juga para tenaga pendidik tentang pentingnya pembelajaran dan pengetahuan pra nikah bagi remaja terutama wanita.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Tentang Pengacara, Cocok Ditonton untuk Mahasiswa Fakultas Hukum

Meskipun terhitung masih kecil dan belum tepat untuk menikah, remaja perempuan seperti tergambar dalam film Yuni sangatlah labil dan bahwa latarbelakang keluarga dapat mempengaruhi keputusan menikah muda bagi para perempuan beranjak dewasa. Termasuk adanya perjodohan.

Film Yuni memberikan banyak gambaran tentang bagaimana tradisi dan mitos kehidupan masih melekat kuat dalam praktek-praktek keseharian masyarakat.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini