Sinopsis Amanah Wali 5 Episode 257: Pasar Makmur Membara Setelah Kematian Jenggot

- Jumat, 26 November 2021 | 17:39 WIB
Sinopsis Sinetron Amanah Wali 5 episode 257. (Tangkapan layar Instagram @amanahwali.mncp)
Sinopsis Sinetron Amanah Wali 5 episode 257. (Tangkapan layar Instagram @amanahwali.mncp)

NEWSmedia – Sinetron Amanah Wali 5 episode kali ini menayangkan perjuangan orang-orang Pasar Makmur untuk merebut haknya yang dirampas oleh Gondrong. Dengan menyebut nama Allah, mereka bersatu. Terlebih, sudah ada korban akibat peristiwa ini. 

Bu Ani, istri dari Ismet yang ikut terkurung di Pasar Makmur masih setia menunggu sang suami pulang. Ia berharap malam itu pujaan hatinya kembali ke rumah. Ibunya yang juga sebagai mertua Ismet merasa cemas melihat anaknya yang masih tidak mau masuk rumah.

Selain Bu Ani, ada Wiyanti yang juga menunggu suaminya pulang ke rumah. Apoy, suami Wiyanti sekaligus kepala keamanan Pasar Makmur malam itu sedang mengatur strategi untuk menyerang kezaliman yang terjadi di Pasar Makmur.

Baca Juga: Gadis Keterbelakangan Mental di Kota Serang 'Digilir' Paman dan Tetangga 6 Kali

Di markas, Apoy dkk sepakat untuk memerangi Gondrong and the geng. Tak lama, datang Bondan sambil menginformasikan keadaan Koh Reng yang masuk ICU akibat penyakit jantung yang sempat ia alami di episode sebelumnya. Semua kaget dan sangat prihatin mendengar kejadian itu.

Tak hanya Apoy dkk, namun Rohmat pun akan memimpin serangan pada Gondrong. Ia rasa sudah saatnya mereka melawan karena peristiwa tersebut sudah memakan korban.

Dengan menyebut nama Allah, mereka semua yakin dan bergerak penuh semangat menghampiri sudut-sudut yang diblokade oleh Gondrong.

Di depan pasar, Gondrong and the geng menyambut kedatangan Apoy dkk dengan wajah sangar dipenuhi dendam luar biasa. Apoy dkk merespons dengan penuh rasa optimistis saat mereka disambut oleh komplotan Gondrong.

Baca Juga: Anak Kedua Raffi Ahmad Dan Nagita Slavina Telah Lahir pada 26 November 2021, Inisial Namanya Diawali Huruf ‘R’

Dari dalam, Rohmat dkk mencoba mendobrak pintu yang ditutup oleh Gondrong. Dengan susah payah mereka terus berusaha untuk membuka pintu yang dihalangi papan tinggi tersebut.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini