• Senin, 24 Januari 2022

Perjalanan Karir Sosok Nadhifa Allya Tsana Penulis Muda yang Digemari Kalangan Millenial

- Minggu, 28 November 2021 | 10:05 WIB
Nadhifa Allya Tsana atau Rintik Sedu salah satu penulis remaja yang tengah digemari
Nadhifa Allya Tsana atau Rintik Sedu salah satu penulis remaja yang tengah digemari
NEWSmedia Nadhifa Allya Tsana atau kerap kali dikenal dengan nama pena Rintik Sedu adalah seorang wanita berumur 22 tahun kelahiran Jakarta, 4 Mei 1998 ini memiliki hobi menulis sejak SMP.
 
'Nadhifa terkenal dengan tulisan-tulisan galau percintaan dalam 'Buku Minta Dibanting' yang dinilai sangat pas dengan pembacanya terutama yang sering galau.
 
Tapi jangan salah dia ternyata tidak segalau apa yang ditulis dalam bukunya, bahkan menurutnya adalah orang yang sangat santai dan suka bercanda.
 
 
Tsana bercerita ide penulisan dalam bukunya berawal dari curhat kisah cinta teman-temannya yang memiliki cerita dan karakter yang berbeda.
 
Dia kemudian mendapatkan inspirasi dan menjadikan kisah teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan Rintik Sedu.
 
Tetapi dia kadang sering mendengar kegalauan orang lain bahkan berbagai lagu atau buku yang dapat membuatnya mendalami perasaan yang dialami teman-temannya untuk bisa galau.
 
 
Kesukaan menulis ini ternyata berawal dari jaman sekolah, dimana ia selalu mengirimkan ceritanya untuk mading setiap hari Jumat, meski anak mading tidak pernah memajangnya.
 
Pada akhirnya Tsana meminta kembali karyanya dan memutuskan untuk menulis di blog saja.
 
Ia telah mempublikasikan cerita tersebut dan tidak menyimpannya sendiri, ada 7 buku yang telah berhasil ditulisnya, diantaranya: Gezz dan Ann #1 (2017), Gezz dan Ann #2 (2017), Buku Rahasia Gezz (2018), Buku Minta Dibanting (2020), Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (2020), dan Gezz dan Ann #3 (2020).
 
 
Menurutnya, dari beberapa tulisan yang telah terbit, yang menarik adalah ‘Buku Minta Dibanting', buku tersebut seperti candaan baginya.
 
Karena bukunya dipersembahkan untuk orang yang kesulitan dalam mengungkapkan perasaanya. Di tengah kesibukan kuliah dan berbagai kegiatan, Tsana melawan rasa malasnya untuk terus menulis dan  berkarya.
 
 
Selain menulis Tsana yang seorang mahasiswa Politeknik Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik ini tengah sibuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.
 
Selain itu, dia juga sedang mempersiapkan produksi film yang diangkat dari novel pertamanya.
 
Namun, menulis tidak dapat lepas dari kehidupannya, bahkan ia sering mencuri waktu menulis ketika tengah berada di angkutan umum ataupun ketika beraktivitas sehari-hari.
 
Nama Rintik Sedu awalnya dibuat bukan terpikir sebagai nama pena atau samaran. Tapi cara untuk menyembunyikan identitasnya agar teman-temannya tidak mengetahui yang menulis buku tersebut adalah Tsana.
 
Rintik itu bermakna lebih ringan daripada hujan. Orang yang terkena rintik akan lebih mudah kering dibanding orang terkena hujan.
 
 
Lalu ia menggabungkan dengan sedu yang memiliki makna isakan orang menangis atau segala sesuatu yang sedih.
 
Jadi ketika seseorang membaca karyanya seperti rintik, yang mudah kering dan cepat berlalu,begitulah filosofonya.
 
Baginya yang terpenting ialah dirinya telah mempublikasikan cerita tersebut dan tidak menyimpannya sendiri.
 
Hingga muncul satu komentar di laman blognya, menyarankan dirinya untuk menulis di platform Wattpad yang tengah hype kala itu.
 
Akhirnya dirinya mencoba menulis cerita ‘Geez dan Ann.’ Dan mendapatkan respon positif ketika cerita tersebut dipublikasi.
 
 
Hal yang ditulisnya hanya persoalan lingkungan sekitar yang tak jauh dari hidupnya.
 
Dirinya juga menyesuaikan masalah yang kerap kali dialami oleh para pembacanya.
 
Dalam membuat tulisan, kebanyakan dirinya lakukan ketika berada di transportasi umum. Bahkan kerap kali sumber ide muncul selama di perjalanan. ***
 

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X