Pengakuan Syerin Terkait Kasus Pelecehan Seksual dan Pernyataan Klarifikasi Gofar Hilman

- Sabtu, 12 Februari 2022 | 21:18 WIB
Gofar Hilman penyiar radio sekaligus YouTuber dan juga pembawa acara. (Foto: Instagram Gofar Hilman)
Gofar Hilman penyiar radio sekaligus YouTuber dan juga pembawa acara. (Foto: Instagram Gofar Hilman)

NEWSmedia - Gofar Hilman penyiar radio sekaligus YouTuber dituduh telah melakukan pelecahan seksual oleh perempuan yang bernama Hafsyarina Sufa Rebowo alias Syerin. Tuduhan itu sudah lama bergulir, sejak 8 Juni 2021. 

Pada 10 Februari 2022, Gofar Hilman pun akhirnya dipertemukan dengan Syerin untuk mencari titik terang terkait tuduhan telah melakukan pelecahan seksual kepadanya.

Di depan pihak berwajib Syerin sudah menjelaskan bahwa dia tidak pernah dilecehkan oleh Gofar Hilman. Dia mengaku cuitannya di Twitter pada 8 Juni 2021 hanya sebatas delusional.

Baca Juga: Korban Binomo Buka Suara di Mabes Polri, Dijanjikan Keuntungan 85 Persen Faktanya Loss Bobol

Melalui akun Twitternya, Syerin yang didampingi oleh orangtuanya meminta maaf kepada Gofar Hilman atas tuduhan telah melakukan pelecahan seksual kepadanya.

"Saya, Hafsyarina Sufa Rebowo atau Syerin ingin meminta maaf kepada Gofar Hilman, keluarga besar Gofar Hilman, dan masyarakat luas atas unggahan saya tanggal 8 juni 2021 di akun Twitter @quweenjojo, yang menuduh Abdul Gofar Hilman telah melakukan pelecehan seksual," tulisnya di Twitter @quweenjojo dikutip pada, Sabtu, 12 Februari 2022.

Syerin juga menjelaskan lebih rinci dalam video klarifikasinya bahwa yang sebenarnya terjadi adalah, dia mabuk dan bertemu dengan Gofar Hilman, pada 19 Agustus 2018.

"Pada saat itu saya pergi ke rumah opa saya dan di sana juga minum-minum alkohol atau mabuk. Di sana saya bertemu Gofar Hilman dan berniat untuk mengambil video selfi dan disambut oleh Gofar dan dirangkul. Hanya rangkul," jelas Syerin.

Baca Juga: Cara Mudah Mengembalikan Riwayat Chat WhatsApp yang Terhapus Tanpa Harus Instal Aplikasi Tambahan

"Pada tanggal 8 Juni mengetwit hal seperti itu karena adanya pancingan atau trigger dari cerita-cerita dari pelecehan-pelecehan seksual lainnya dan ada delusi atau dorongan imajinatif dalam diri saya untuk menceritakan hal tersebut ke publik," sambungnya.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini