• Selasa, 5 Juli 2022

Di Balik Lagu ‘GO’ Kanda Brothers ada Kisah Dimasz Joey dan juga Fuji yang Kehilangan Bibi dan Vanessa Angel

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 21:11 WIB
Di balik lagi GO Kanda Brothers ada kisah Fuji kehilangan Bibi Andriansyah dan Vanessa Angel.
Di balik lagi GO Kanda Brothers ada kisah Fuji kehilangan Bibi Andriansyah dan Vanessa Angel.

NEWSmedia – Kanda Brothers merilis lagu baru berjudul Go. Lagu Go ini merupakan ‘A Story About Fuji’ yang menampilkan sosok Fuji dalam video klip.

Pada bagian akhir video clip lagu GO muncul Thariq Halilintar kekasih Fuji dan Violenzia Jean (Executive Produser) yang datang membangun kembali semangat Fuji lalu memeluk Fuji sehingga benar-benar terbawa perasaan pada saat proses syuting lagu GO.

Dalam deskripsi official music video berjudul GO, terdapat cerita di balik lagu GO ini.

Baca Juga: Lirik Lagu Go Kanda Brothers, Lagu yang Baru Sehari Dirilis Langsung Trending Nomor 1 di YouTube

“Tidak semua yang terlihat di luar mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam. Apa yang cuma kita lihat di sosial media, belum tentu mencerminkan apa yang terjadi didunia nyata. Ngga semua yang terlihat baik-baik saja, benar-benar baik-baik saja. apa yang terjadi memang sudah tidak bisa diubah. Tapi kita sebagai manusia biasa juga punya kuasa untuk memilih bagaimana meresponnya,” tulis Kanda Brothers, mengawali kisahnya.

Dalam grup Kanda Brothers ini terdapat 4 anggota kakak beradik yaitu Aldy, Ricky, Gery dan Danna. Mereka menumpahkan emosi-emosi tersebut ke dalam sebuah lagu yang berjudul GO.

Lagu GO hadir untuk mewakili elemen tanah sekaligus didaulat menjadi lagu kedua dari album “Elements Of Life” yang dijadwalkan akan rilis tahun ini.

Baca Juga: Rizky Billar Ungkap Jumlah Uang Pemberian Doni Salmanan, Bukan Rp1 Miliar dan Siap Diserahkan ke Bareskrim

Emosi dalam lagu ini ditangkap dari sebuah kejadian 14 tahun lalu saat Dimasz Joey (pencipta lagu Sekaligus creative director Kanda Brothers) berada dalam perjalanan dari rumah sakit menuju rumah duka di dalam ambulance bersama jenazah ibunya. 

Saat itu dia merasa tidak siap, tidak ikhlas, tidak kuat, penuh amarah, sedih, hancur berantakan dan tersesat entah mau berjalan mengarah kemana. Tepat diwaktu itu, dunianya berubah 180 derajat.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini