• Kamis, 18 Agustus 2022

Kabar Terbaru Eril: Belum Ditemukan, Ini 5 Alasan Pencarian Eril tak Kunjung Membuahkan Hasil

- Rabu, 8 Juni 2022 | 21:23 WIB
Emmeril Kahn Anak Gubernur Jawa, Ridwan Kamil hilang terseret arus di sungai Aare, Bern, Swiss. (Foto: instagram/emmerilkahn)
Emmeril Kahn Anak Gubernur Jawa, Ridwan Kamil hilang terseret arus di sungai Aare, Bern, Swiss. (Foto: instagram/emmerilkahn)
NEWSmedia - Kabar terbaru Eril alias Emmeril Kahn Mumtadz, anak Ridwan Kamil yang belum ditemukan hingga kini masih menjadi perhatian. Diduga kuat Inilah 5 alasan pencarian Eril yang tak kunjung membuahkan hasil.
 
Hingga Rabu, 8 Juni 2022, Kabar terbaru Eril yang hanyut di Sungai Aare masih jadi kabar yang ditunggu karena diketahui belum ditemukan oleh pihak kepolisian Swiss.
 
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mengungkapkan keikhlasannya atas kehilangan Eril di Sungai Aare pada Jumat, 3 Juni 2022.
 
 
Eril yang hilang di Sungai Aare tentunya menimbulkan luka mendalam di hati keluarga yang ditinggalkan Ridwan Kamil dan juga sang istri Atalia. 
 
"Innalilahi wa Inna Ilaihi Roji'un, dengan ini kami secara resmi melepas dan mengikhlaskan sepenuh hati atas berpulangnya anak kami tercinta, ananda Emmeril Kahn Mumtadz," tulis Ridwan Kamil di akun Instagramnya.
 
Hingga 14 hari pencarian Eril di Sungai Aare, pihak kepolisian Swiss masih mengalami kesulitan untuk menemukan anak dari Gubernur Jawa Barat tersebut.
 
 
Seperti dikutip NEWSmedia pada Rabu 8 Juni 2022, Muliaman Darmansyah Hadad selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss mengungkapkan ada 5 alasan yang menjadi penyebab sulitnya kepolisian Swiss menemukan Eril dan pencariannya tak kunjung membuahkan hasil.
 
1. Kondisi sungai Aare yang sangat dinamis dan dipengaruhi oleh perubahan alam sekitar.
 
2. Hujan yang turun di sungai Aare juga menjadi kendala sulitnya kepolisian Swiss menemukan Eril.
 
 
3. Selain hujan, juga terjadi badai di sungai Aare. Badai ini tentunya membuat proses pencairan Eril kian menyulitkan.
 
4. Debit air pada saat kejadian yang mencapai 200 meter kubik per detik.
 
5. Perubahan debit air yang berubah setiap harinya juga menyulitkan proses pencarian. Debit air ini berubah setiap hari tergantung pada intensitas pencairan gletser dari pegunungan di Bern, yang dipengaruhi oleh hujan maupun naiknya temperatur udara di pegunungan.
 
 
Hal inilah yang kemudian usaha pencarian Eril susah dilakukan dan tak membuahkan hasil.****
 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini