• Sabtu, 10 Desember 2022

Quo Vadis KNPI: Menyongsong 49 Tahun Eksistensi KNPI, Mau ke Mana Pemuda Indonesia?

- Jumat, 15 Juli 2022 | 10:48 WIB
Odie El Hasan, Wasekjen DPP KNPI.
Odie El Hasan, Wasekjen DPP KNPI.

NEWSmedia, Juli 2022 (Odie El Hasan, Wasekjen DPP KNPI)

Deklarasi Pemuda Indonesia, 23 Juli 1973, merupakan landasan kelahirannya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), muncul dari sebuah kesadaran akan tanggung jawab pemuda Indonesia dalam mengerahkan segenap upaya dan kemampuan untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945).

Deklarasi Pemuda bertujuan menindaklanjuti isi pesan suci Sumpah Pemuda yang telah menggariskan kebutuhan keberhimpunan, dengan mengejawantahkan satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa, dan ikut mengisi kemerdekaan.

Dengan demikian tanggal 23 Juli dijadikan tanggal hari peringatan lahirnya KNPI, dan KNPI secara kelembagaan sebagai forum komunikasi pemuda, wadah kaderisasi dan partisipasi pemuda Indonesia dibakukan dalam Kongres I KNPI tahun 1974.

Catatan dari Kongres ke kongres

Kongres XIV di Papua yang dilaksanakan pada mediofebruari 2015 dengan terpilihnya Rifai Darus dan ternyata telah melahirkan perpecahan di organisasi kepemudaan sehingga beberapa OKP mengadakan Cabut Mandat terhadap Ketua Umum DPP KNPI yang baru terpilih hasil kongres Papua. Hasilnya pada tanggal 1 – 2 Juni 2015 Kongres Luar Biasa (KLB) KNPI dilaksanakan di Jakarta dan terpilihnya Fahd Arafiq sebagai ketua umum.

Di masa perjalannnya KNPI telah lebih dari XIV kali melakukan pergantian kepemimpinan. Yang tercatat saja, tahun 2005 diadakan Kongres XI di Caringin Bogor dengan terpilihnya Hasanudin Yusuf untuk periode 2005-2008, justru jelang akhir kepengurusan, KNPI di bawah kepemimpinannya terbelah menjadi dua kubu.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Aziz Samual, Politisi Golkar yang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Ketua Umum KNPI

Kubu pertama adalah Kongres KNPI Ancol yang mempertahankan Hasanudin Yusuf sebagai Ketua Umum DPP KNPI hasil Kongres XI, sedangkan kubu kedua adalah Kongres KNPI Bali yang memecat kepemimpinan Hasanudin Yusuf diganti dengan Hans Silalahi sebagai pejabat Ketua Umum DPP KNPI dalam forum Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) Juli 2008 di Pekanbaru Riau.

Pada Pelaksanaan Kongres KNPI ganda tersebut, Kepemimpinan Hasanudin Yusuf menggelar Kongres XII di Ancol Jakarta pada 25-28 Oktober 2008, kemudian terpilih Ahmad Doli Kurnia sebagai ketua umum, sedangkan Kepemimpinan Hans Silalahi berkongres di Denpasar Bali 29-31 Oktober 2008, dengan ketua umum terpilih Aziz Syamsudin. 

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini