Wujudkan Desa Layak Anak, Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 14 Adakan Rangkaian Kegiatan Sosial di Desa Muncung

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 06:46 WIB
Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 14 Usung kegiatan demi terwujudnya desa layak anak di Desa Muncung Kabupaten Tanggerang.  (NEWSmedia)
Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 14 Usung kegiatan demi terwujudnya desa layak anak di Desa Muncung Kabupaten Tanggerang. (NEWSmedia)

NEWSmedia - Mahasiswa KKM UNTIRTA atau Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Gelombang II kelompok 14 yang berposko di Desa Muncung Kabupaten Tangerang telah melaksanakan rangkaian program kerja utama yang berfokus untuk memenuhi hak-hak anak dalam upaya mewujudkan desa layak anak.

Rangkaian program kerja mewujudkan desa layak anak oleh Mahasiswa KKM UNTIRTA tersebut diantaranya melakukan Program Revitalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM), Sosialisasi Pencegahan Stunting Pada Anak dan Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk mewujudkan desa layak anak di Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, kabupaten Tangerang.

Mahasiswa KKM UNTIRTA kelompok 14 ini menanggapi fenomena kekerasan terhadap pentingnya desa layak  anak, pemberlakuan kebijakan sekolah daring dan kebijakan pembatasan sosial selama masa pandemi menjadi aspek penting untuk kemudian dilakukan langkah preventif kembali pada masa new normal ini agar kebijakan perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak bisa semakin digalakan pada lingkup terkecil yaitu desa.

Baca Juga: Gus Samsudin Sesumbar Bakal Datangi Rumah Pesulap Merah, Ada Apa? Cek Fakta Disini!

Adapun yang menjadi concern dalam kegiatan KKM ini adalah pemenuhan hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan perlindungan khusus anak.

Diawali dengan program revitalisasi TBM yang dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi anak di Desa Muncung akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan TBM Desa Muncung sempat mengalami vakum. KKM Kelompok 14 berkolaborasi dengan TBM Rumpun Literasi Desa Muncung melaksanakan program revitalisasi TBM dengan membuka lapak di tiga tempat yang berbeda yaitu SDN I dan SDN II Muncung serta posko KKM.

KKM Kelompok 14 berkolaborasi dengan pemuda Karang Taruna juga melakukan pengadaan buku untuk menambah bahan bacaan di TBM Desa Muncung. Berbagai kegiatan yang juga dilakukan di TBM diantaranya membaca, mewarnai, eksperimen ilmiah dari alat sederhana dan permainan yang melatih fokus dan motorik anak.

Baca Juga: Surat Terbuka Ayah dan Ibu Bharada E kepada Presiden dan Kapolri, Berisi Curahan Hati dan Pengakuan Rasa Takut

Selain itu, untuk meningkatkan langkah preventif kekerasan terhadap anak berbasis masyarakat, juga dilaksanakan Pelatihan PATBM untuk melatih para kader PATBM yang sudah terbentuk dimana materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Listyaningsih, S.Sos, M.Si selaku fasilitator PATBM dan Ibu Nikki Prafitri, S.Sos, M.Si selaku relawan anak dari LPA Provinsi Banten.

Keduanya juga merupakan akademisi dari FISIP UNTIRTA. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PATBM Desa Muncung pada Sabtu, 06 Agustus 2022 yang bertempat di Aula kantor Desa Muncung.

Rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan Sosialisasi Pencegahan Stunting. Hal ini karena stunting juga merupakan isu prioritas yang menjadi perhatian di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Lirik Lagu Mesin Waktu yang Dipopulerkan Raulla, Bercerita Tentang Persahabatan yang Tak Lekang oleh Waktu

Sosialisasi dilakukan dengan mengundang Ibu Yeti Herlianah, Amd.Kep selaku ahli gizi dari Puskesmas Kecamatan Kronjo. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi anak. Sasarannya adalah masyarakat Desa Muncung yang dilaksanakan pada minggu, 07 Agustus 2022 yang bertempat di Majelis Taklim Nurul Mubin.

Ketua KKM Kelompok 14, Bayu Setiaji, menyatakan bahwa sasaran dari semua kegiatan ini adalah warga Desa Muncung dengan harapan agar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemenuhan hak-hak anak dan kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam upaya perlindungan anak.

“Semangat dari pengadaan program yang berfokus untuk mewujudkan desa layak anak ini adalah untuk mengedukasi dan membangun kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak-hak anak agar terhindar dari gizi yang kurang maupun kekerasan terhadap anak. Pihak desa juga sangat mendukung dengan diadakannya kegiatan ini karena sejalan dengan program yang ada di desa” Ucap Bayu Ketua KKM 14 kepada tim NEWSmedia pada Sabtu,6 Agustus 2022. 

Halaman:

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini