• Kamis, 8 Desember 2022

Soal Kenaikan BBM di Indonesia, Yosep Parera Minta Pemerintah Terapkan Sila Ke 4, Ini Alasannya

- Kamis, 8 September 2022 | 15:46 WIB
Yosep Parera bersuara soal kenaikan BBM dan sebut pendapatan perkapita pertahun Malaysia 2 kali lebih besar dari Indonesia.  (Tangkap layar YouTube/Rumah Pancasila dan Klinik Hukum)
Yosep Parera bersuara soal kenaikan BBM dan sebut pendapatan perkapita pertahun Malaysia 2 kali lebih besar dari Indonesia. (Tangkap layar YouTube/Rumah Pancasila dan Klinik Hukum)
NEWSmedia - Kenaikan BBM di Indonesia menjadi fenomena sengit bagi kalangan masyarakat kecil. Kebijakan baru itupun dinilai tidak mencerminkan Pancasila tepatnya Sila ke 4 menurut konsultan hukum, Yosep Parera.
 
Yosep Parera menjelaskan soal kenaikan BBM yang terjadi dan  bagaimana cara bernegara berdasarkan Sila ke 4 yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
 
Yosep Parera menjelaskan Sila  ke 4 untuk Eksekutif dan Legislatif tentang mereka yang duduk bersama membuat sebuah regulasi yang pro rakyat untuk menentukan suatu keputusan tepat.
 
 
Yosep Parera minta keputusan kenaikan BBM dipandu hikmat dan kebijaksanaan dalam membuat regulasi sesuai dengan Sila ke 4 Pancasila.
 
"Apakah benar regulasi ini dibuat untuk rakyat ataukah dalam kepentingan-kepentingan tertentu?," Ujar Yosep Parera sebagaimana dikutip NEWSmedia melalui kanal YouTube Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Kamis 8 September 2022.
 
Menurut Yosep Parera, faktor kenaikan BBM di Indonesia akan berpengaruh dalam satu atau dua bulan kedepan. Masyarakat kecil akan makin bersusah payah hidup.
 
 
Lantas apakah masyarakat kecil mampu bertahan atau tidak dalam perangkap kemiskinan?
 
Pasalnya perlu ada perhitungan matang soal kenaikan BBM. Hal ini terlalu membebankan rakyat dan kemungkinan masyarakat kecil tidak akan mampu bertahan, Pemerintah pun harus bertanggung jawab secara etika dan moral.
 
Beban yang dipikul masyarakat kecil sudah cukup berat jika ditambah dengan kenaikan BBM yang mana nantinya juga akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari.
 
 
Untuk itu Yosep Parera minta Pemerintah terapkan Sila ke 4, diskusikan kembali matang-matang soal kenaikan BBM di Indonesia yang juga sangat tidak sesuai dengan pendapatan perkapita pertahunnya.
 
Pendapatan perkapita pertahun yang sangat kecil namun pengeluaran sehari-hari lebih besar sehingga membuat masyarakat Indonesia terperangkap didalam kemiskinan yang payah.
 
Padahal dengan adanya Pancasila seharusnya Pemerintah sudah mempunyai acuan pedoman ketika membuat suatu kebijakan, khususnya regulasi yang pro rakyat.
 
 
Sesuai dengan aturan Negara demokrasi, banyak mahasiswa dan buruh berdemo untuk menyampaikan pendapat. Namun ternyata malah dilaporkan oleh oknum tertentu lantaran disebut membuat kegaduhan.
 
Padahal seharusnya Mahasiswa dan buruh-buruh dilindungi oleh aparatur penegak hukum agar mampu menyampaikan pendapat secara baik tanpa adanya intervensi dari oknum tertentu.
 
Sehingga apa yang mereka sampaikan dapat dijadikan masukan-masukan untuk Pemerintah dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang lebih lanjut baiknya seperti apa.***

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini