• Minggu, 26 September 2021

Negara Tidak Boleh Kalah Dengan FPI

- Rabu, 16 Desember 2020 | 16:01 WIB

Kedatangan  Muhammad Riziq Shihab Membawa Petaka

Dalam sepekan ini masyarakat Indonesia tertuju perhatiannya pada pemberitaan Muhammad Rizieq bin Husen Shihab pendiri dan pimpinan FPI (front pembela Islam). Dari mulai rencana kepulangan yang simpang siur yang menjadi polemik masyarakat, mulai dari penyambutan ribuan massa FPI kedatangan riziq di Bandara tanpa menghiraukan protokol kesehatan, menghadiri maulid Nabi Muhammad  SAW di Tebet Jakrta selatan, menikahkan putri riziq dengan undangan 10.000 (sepuluh ribu), menghadiri peletakan batu pertama masjid di Meagmendung Bogor disambut ribuan jamaah, penolakan FPI terhadap pencopotan baleho di seluruh Jakarta oleh jajaran TNI Polri dan baku tembak anggota Polri vs Laskar FPI yang mengakibatkan 6 (korban) kematian laskar FPI. 

Bermula rencana kepulangan riziq dengan membuat video pengumuman kepulangan melalui siaran front tv, Riziq menyiarkan rencana kepulangan bak seorang yang sangat dinanti-nanti ummat muslim Indonesia karena riziq dan pengikutnya menganggap imam besar ummat muslim yang harus di sambut secara beasar-besaran karena hampir 3.5 tahun Riziq berada di Arab Saudi tidak pulang-pulang melebihi bang Toyib (ngga pulang-pulang). Pada hari selasa 10 november 2020 pukul 09.00 WIB  saat tiba Riziq beserta rombongan di bandara Internasional Soekarno Hatta. Bak seorang raja di sambut ribuan masa FPI dan pengikutnya jalan menuju ke bandara pun kemacetan  kedatangan Riziq, suasana jalan menuju bandara pun macet total tidak terhindarkan pada hari itu kedatangan imam besar FPI tersebut menghambat jalan menuju bandara. Pengikut FPI yang serba putih sambil menerikkan takbir  mengawal rombongan riziq dari bandara sampai ke kdiaman riziq. Kegitan penjemputan riziq dengan ribuan pengikutnya yang mendatangkan kerumunan masa mendatangkan klaster baru virus covid 19.
 
Setelah istirahat 2 (dua) hari riziq pada keesokan harinya tanpa menghiraukan isolasi diri selama 14 (empat belas) hari, pada hari jumat 13 november 2020 imam besar FPI menghadiri acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh majlis taklim dzikir al-a’raf pimpinan al habib ali bin Abdurrahman assegaf di Tebet Jakarta Selatan, riziq datang pada pertengahan acara langsung naik podium memberikan ceramah berapi-api mengumbar hujatan pada Pemerintah dan olok-olok lonte. Acara tersebut disiarkan langsung akun youTube front TV, jumat 13 november 2020 yang hadir baik ustad, kyai dan habaib ribuan jamaah masyarakat dari berbagai daerah dan di hadiriri oleh Wakil Gubernur Reza Patria dan Walikota Jakarta Selatan. 

Setelah dari Tebet imam besar tersebut langsung ke Megamendung Bogor Jawa Barat, esoknya ribuan jamaah menyambut kedatangan pimpinan FPI Riziq shihab di jalur puncak Simpang Gadog, Ciawi Kabupaten Bogor. Kedatangan riziq ke pesantren Alam Agro kultural markaz syariah DPP FPI untuk melakasanakan sholat jumat berjamaah sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan masjid di ponpes tersebut. Riziq dengan gagahnya menghiraukan keadaan Jakarta dalam status PSBB (pembatasan sosial bersekala besar) mengadakan pesta  pernikahan putrinya pada sabtu 14 november 2020 dengan 10.000 (sepuluh ribu) undangan, hal ini membuat kerumunan orang tanpa mematuhi protol kesehatan, kelaster barupun tidak terhindarkan atas pesta pernikahan purti riziq. 

Petaka pun berawal dari rangakaian kegiatan riziq dari penjemputan yang membawa masa di bandara Soekarno Hatta, peringatan maulid Nabi di Tebet, acara di megamendung dan pernikahan putri riziq berujung pada mutasi 2 (dua) Kapolda Jakarta dan Kapolda Jawa Barat, tindakan tegas oleh Kapolri pada dua Kapolda tesebut karena mereka di anggap lalai dalam menjalankan tugas dan menegakkan hukum. Berselang beberapa hari 2 (dua) Gubernur Jakarta dan  Jawa Barat di periksa Mabes Polri untuk dimintai keterangan terkait kerumunan masa yang tak menghiraukan protokol kesehatan. 

Penolakan dan perlawanan FPI terhadap pencopotan baleho besar yang bergambar riziq yang mengajak revolusi akhlak dan ajakan berjihad gambar tersebut dicopot paksa oleh anggota TNI, Polri dan Satpol PP di seluruh wilayah Jakarta, menuai perlawanan penolakan dari FPI, tindakan pencpotan secara tegas dan bertanggungjawab di sampaikan oleh Mayjen Dudung Abdurrahman seusai menggelar apel pasukan di kawasan Monas di kutip antara (20/11/20) mengatakan “pencopotan gambar riziq yang melakukan anggota TNI anak buah saya atas printah saya, Indonesia Negara hukum jadi kalau mau pasang baleho harus izin”. Berkali-kali  Satpol PP melakukan penetiban tapi dilawan oleh FPI di pasang lagi karena Jakarta adalah wilayh kodam jaya maka saya punya kewajiaban membantu Pemerintah daerah untuk menertibkan situasi kondisi Jakarta. Banyak pihak yang mengapresiasi tindakan tegas Dudung karena masyarakat resah akan arogansi FPI dan gerombolannya.     

Penghadangan dan penolakan oleh FPI di Petamburan kediaman riziq kembali  terjadi ketika anggota polisi menghantarkan surat undangan untuk riziq yang akan dimintai keterangan sebagai saksi, Polisi dihalang-halangi oleh gerombolan FPI untuk masuk bahkan sempat adu argumen karena polisi mengalah akhirnya polisi di izinkan dengan satu orang polsi yang masuk ke kediaman riziq. Tindakan menghalang-halangi tersebut mendapat respon keras dari Kapolri Idham Azis Negra tidak boleh kalah oleh sekelompok premanisme menghalng-halangi proses hukum detik.(3/12/2020). Bahkan Kapolri mengingatkan “ada ancaman pidana untuk mereka yang mencoba menghalang petugas dalam melakukan    proses penegakan hukum”. Tutur Idham Azis secara tegas.

Berselang beberapa hari setelah kemudian pada senin 7 desember 2020 pukul 00.30 WIB dini hari di KM 50 tol Jakrta-Cikampek terjadi adanya penyerangan terhadap polisi saat melakukan pembuntutan terhadap kendaraan pengikut riziq kontak senjata antara laskar FPI dan Polisi 6 (enam) pengawal laskar FPI tertembak meninggal dan 4 (empat) lascar kabur tanpa jejak, hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Metro jaya Irjen Fadil Imron dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, senin (07/12). Banyak pihak menyayangkan terjadinya baku tembak yang menewaskan enam anggota laskar FPI pengawal riziq. Bahkan desakan pada Presiden pun meluas agar membentuk tim idependen yang digawangi oleh Komnas HAM untuk memeriksa tindakan anggota Polisi yang melakukan baku tembak dengan laskar FPI.               

Pada sabtu pagi 12 desember 2020 pukul 09.00 WIB riziq sebagai tersangka datang ke Polda Metro Jaya stelah mangkir dari 2 kali panggilan sebagai saksi imam besar FPI sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan di sejumlah tempat di Jakarta pada tengah november lalu. Hasilnya penyidik kemudian menetapkan pemimpin FPI Rizieq Shihab bersama lima orang lainnya sebagai tersangka. Rizieq disangkakan melanggar pasal 160 KUHP, Pasal 93 Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.  "Jadi gelar perkara dilaksanakan pada 7 Desember 2020. Hasil kesimpulannya adalah menaikkan status tersangka kepada Muhammad Rizieq Shihab," jelas Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta,VOA Kamis (10/12). Riziq di dampingi oleh tim kuasa hukum FPI, setelah 14 jam riziq keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah mengenakan rompi orange tangan di borgol sekali melambaikan 2 (dua) tangan lalu segera masuk mobil tahanan polisi untuk di bawa ketahanan CNN (13/12/2020). Penulis ingin menguraikan tentang gerakan FPI sebagai organisasi yang melakukan gerakan-gerakan atas nama agama yang melebihi penegak hukum. 
       
Historis Kelahiran FPI   
Siapa yang tidak kenal dengan FPI seluruh rakyat Indonesia tau FPI yang selalu muncul di setiap pemberitaan pada bulan ramdhan dengan gaya-gaya swiping dan rusuh untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dengan segala pekik takbir, memberangus kemaksiatan. Nama FPI pemilihan nama (Front Pembela Islam) ini memiliki makna tersendiri. Kata front yang berarti depan, menunjukkan bahwa organisasi ini selalu berusaha untuk berada di garis depan dan memiliki sikap tegas dalam setiap langkah perjuangan. Kemudian kata pembela  mengisyaratkan bahwa organisasi ini akan berperan aktif dalam membela dan memperjuangkan hak Islam dan umat Islam. Sementara kata Islam mencirikan bahwa perjuangan organisasi ini tidak terlepas dari ikatan ajaran Islam yang lurus dan benar. Dengan nama (Front Pembela Islam), organisasi ini akan membela nilai dan ajaran, Islam, bukan untuk kepentingan perseorangan atau kelompok tertentu. (Jamhari Jajang Jahroni : Gerakan Salafi Radikal di Indonesia). 

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X