• Sabtu, 4 Desember 2021

Sederet Kegiatan MUI Banten yang Dijalankan Selama Pandemi Covid-19, Banyak Seminar dan Sosialiasi

- Senin, 2 Agustus 2021 | 18:40 WIB
Gedung kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). (Dok. MUI Banten)
Gedung kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). (Dok. MUI Banten)

NEWSmedia - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten selama Pandemi Covid-19 terus merealisasikan program kerja di antaranya dengan memaksimalkan program prioritas dari komisi-komisi.

"Program tahunan berpedoman kepada hasil Musda MUI Provinsi Banten, dengan menentukan skala prioritas dan ketersediaan anggaran. Program tahunan dirumuskan dalam Rakerda MUI Provinsi Banten," kata Ketua MUI Provinsi Banten, KH. Romly kepada newsmedia.co.id, Senin, 2 Agustus 2021.

Disebutkan, Komisi Hukum dan Perundang-undangan misalnya, telah melaksanakan sosialisasi UU Pengelolaan Zakat dan UU Wakaf, sosialisasi peraturan perundang-undangan, seminar tentang tindak pidana penodaan agama di Indonesa, membentuk Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) MUI Provinsi Banten.

Baca Juga: Login di sscasn.bkn.go.id, Berikut Cara Cetak Kartu Ujian CPNS dan PPPK 2021

"Komisi ini juga menerbitkan buku berjudul  Wakaf dalam Perspektif Hukum Islam dan Undang-undang No. 41 Tahun 2004," kata Kiai Romly.

Adapun Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, antara lain telah pelaksanakan penyiapan tenaga untuk mengikuti pelatihan Dewan Pengawas Syari’ah (DPS), meluncurkan Kencleng Digital bekerjasama dengan DMI, BI Perwakilan Banten dan Bank Syarah Indonesia/Mandiri Syariah.

Program lain yang telah dilaksanakan komisi ini, seminar mingguan tentang ekonomi syariah secara virtual bekerjasama dengan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

Kemudian, menyelenggarakan lokakarya dengan tema Pengembangan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Ekonomi, pelatihan calon enterprenership bagi para wanita muslimah, dan membentuk Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS).

"Komisi ini telah menerbitkan buku tentang Ekonomi Syari’ah," ungkap Kiai Romly.

Sementara itu, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga telah melaksanakan program kerja seperti seminar membangun ketahanan keluarga Islami menghadapi era globalisasi.

Kegiatan lainnya, sosialisasi ketahanan keluarga bagi generasi muda, melaksanakan seminar keluarga di masa pandemi.

Baca Juga: Klik registrasi.untirta.ac.id untuk Penangguhan Biaya UKT Untirta, Pendafatran Sampai 5 Agustus 2021

"Komisi ini juga telah melaksanakan sosialisasi Perda Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2008 tentang Ketahanan Keluarga. Kemudian, menerbitkan buku berjudul Pembinaan Keluarga Sakinah," kata Kiai Romly.

Adapun Komisi Informatika dan Komunikasi telah melaksanakan seminar literasi media bagi pengurus Ormas Islam, Focus Group Discussion tentang pemanfaatan jejaring internet untuk dakwah. Kemudian, Komisi ini menerbitkan buku berjudul Pengaruh Industri Media terghadap Komunikasi Umat.

"Komisi Infokom telah menyelenggarakan lomba menulis artikel tentang ulama Banten," tambah Kiai Romly.

Sementara Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional telah menyelenggarakan seminar tentang respons dunia Isam terhadap Covid-19 dan pengaruhnya terhadap sosial ekonomi.

Kemudian, seminar internasional bertema The Middle Path of Moderation in Islam (The Qoranic Concept of Wasathiyah)

"Komisi ini menerbitkan 83 surat rekomendasi bagi pemuda pelajar yang akan melanjutkan pendidikannya keluar negeri.

Kemudian, menerbitkan buku berjudul  Wajah Dunia Islam– Antara Idealitas dan Realitas," kata Kiai Romly.

Baca Juga: Mengenal Billy Martono, ‘Crazy Rich Cilegon’ yang Suka Borong Makanan dan Berbagi Bersama

Demikian pula, kata Kiai Romly, Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam telah merealisasikan sejumlah program.

Antara lain, menyelenggarakan sarasehan seni budaya Islam, lomba mars MUI dalam Gebyar Satu Muharam, lokakarya tentang pendidikan anak melalui seni. 

Kemudian, menerbitkan buku berjudul Panjang Mulud sebagai Seni Tradisi Islam di Kota Serang.

Lalu, menggelar lomba buka pintu pengatin, gerakan nasional anti narkoba (Ganasanar), melaksanakan seminar tentang penanggulangan bahaya narkoba, sosialisasi bahaya narkoba ke SMA-SMA, pengajian ulama dan umara, dan melaksanakan pengajian ulama dan umara di 4 kabupaten dan 4 kota di Provinsi Banten.***

Halaman:

Editor: Syair Asiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X