• Rabu, 26 Januari 2022

Tersinggung Karena Dibentak, Seorang Pemuda di Ciomas Aniaya Korban Pakai 'Airsoftgun'

- Selasa, 21 Maret 2017 | 12:39 WIB
pelaku beserta barang bukti.*
pelaku beserta barang bukti.*

SERANG, [NEWSmedia] – Deden Olehudin (22) pemuda asal Lampung, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Ciomas, karena telah menganiaya Dahefi (28) menggunakan airsoftgun, Minggu (19/3/2017).

Kejadian penganiayaan tersebut, dipicu karena Deden merasa tersinggung setelah dibentak oleh korban.

Kasus itu bermula saat Deden melintas menggunakan sepeda motor di jembatan Kampung Pekalongan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Minggu sore. Di saat bersamaan, Dahefi dan Haerudin nongkrong di jembatan.

Saat melewati jembatan tersebut, pelaku dibentak oleh korban, namun tidak diindahkan oleh pelaku yang terus lewat hendak mencari makan.

“Saya mau keluar cari makan dari rumah bapak angkat, saya lewat depan mereka berdua, dan kemudian saya dibentak, Hoi! Aku nengok, aku bilang, aya naon A? Cuma diliatin, terus bablas,” tutur Deden di Mapolsek Ciomas, Senin (20/3/2017).

Deden kemudian melanjutkan perjalanannya. Setelah makan di warung, Deden pulang ke rumah orangtua angkatnya, Arsyad. Saat melintas, Deden kembali dibentak oleh Dahefi. Kali ini, Deden tidak terima. Dia mendekati Dahefi dan Haerudin.

Mereka beruda pun akhirnya cekcok mulut. Deden yang sudah emosi, menantang Dahefi duel. Seketika, Deden melayangkan tinju ke wajah Dahefi. Melihat korban dipukul, Haerudin mendorong tubuh Deden hingga terjatuh.

Seketika Deden bangun dan mencabut airsoftgun jenis FN dari balik pinggang kanannya. Deden mengancam Haerudin dengan airsoftgun-nya agar tidak ikut campur. Haerudin ketakutan dan berlari memanggil warga sekitar.

Deden yang berada di atas angin, kembali menghajar Dahefi menggunakan gagang airsoftgun. “Saya enggak ingat berapa kali saya pukul. Yang pasti, lebih dari satu kali,” aku Deden.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X