• Jumat, 17 September 2021

Jerat Hukum Aksi John Kei di Tangerang

- Selasa, 23 Juni 2020 | 13:33 WIB
John Kei.*
John Kei.*

[NEWSmedia] - Sebanyak 25 orang digelandang ke Markas Polda Metro Jaya pada Minggu malam 21 Juni 2020 terkait aksi koboi dan perusakan, salah satunya adalah John Kei. 

Dia ditangkap karena diduga terlibat kasus penyerangan dan perusakan di Cluster Australia, Perumahan Green Lake, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu 21 Juni 2020 siang.

"Iya benar kami melakukan penangkapan terhadap JK alias John Kei," kata Kabid Humas Polda Meteo Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2020).

Yusri mengatakan, John Kei diamankan di markasnya, Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu pukul 20.15 WIB. Pihak kepolisian saat ini masih memeriksa John Kei dan 24 orang lainnya.

Selain aksi koboi di Tangerang, Menurut Yusri, kelompok ini juga melakukan penganiayaan dan pembacokan terhadap pengendara motor di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat tepatnya di Pertigaan ABC pada Minggu siang.

"Ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia.

Kembali tersangkut kasus baru membuat status hukum John Kei terancam. Diketahui, John Kei dibebaskan bersyarat pada 26 Desember 2019 dari Lapas Nusakambangan. Namun, dengan adanya kasus ini dia terancam kembali masuk bui. Ditjen PAS tengah mempertimbangkan untuk mencabut pembebasan bersyarat.

"Kalau dia melakukan kesalahan lagi surat keputusan pembebasan bersyarat akan ditarik dan yang bersangkutan akan menjalani sisa pidananya di dalam Lapas kembali," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020).

Rika mengatakan dirinya kini sedang menunggu laporan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Permisan Nusakambangan. Menurut dia, Bapas akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X