• Sabtu, 24 September 2022

Fahruddin Faiz Baca Puisi Cinta Jalaludin Rumi: Jika Engkau Tidak Dicintai, Maka Fokuslah Mencintai

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:10 WIB
Fahruddin Faiz (YouTube/ Cahaya untuk Indonesia)
Fahruddin Faiz (YouTube/ Cahaya untuk Indonesia)

NEWSmedia - Dalam sebuah kesempatan, Fahruddin Faiz membacakan puisi cinta karya seorang filsafat yang bernama Jalaludin Rumi.

Dalam puisi itu, Fahruddin Faiz mengatakan bahwa tidak setiap orang bisa dicintai, sebab untuk dicintai, perlu sejumlah sifat dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang.

"Apabila engkau tidak menjadi orang yang dicintai, maka hendaklah engkau menjadi orang yang mencintai," kata Fahruddin Faiz dikutip NEWSmedia dari YouTUbe Ngaji Filsafat pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Baca Juga: Bisakah Laki-laki dan Perempuan Bersahabat Tanpa Melibatkan Perasaan? Simak Jawaban Fahruddin Faiz Ini

Fahruddin Faiz kemudian mencontohkan, bahwa jika engkau tidak bisa menjadi Yusuf, maka apa yang menghalangimu untuk menjadi Ya'qub (ayahnya Nabi Yusuf), apa yang menghalangimu untuk menjadi pecinta yang tulus dan yang selalu merindu.

"Kita ini sering putus asa, gelisah, kecewa karena tidak dicintai oleh orang yang kita cintai, kata Maulana Rumi ya memang begitu, untuk orang dicintai itu perlu sarat yang ndak bisa diperoleh oleh semua orang," ucapnya.

Menurut Fahruddin Faiz, tidak semua orang lovable, bahkan jika engkau tidak bisa jadi orang yang dicintai, fokuslah pada bagaimana engkau mencintai orang lain.

Baca Juga: Ngaji Filsafat Fahruddin Faiz: Cinta Itu Penuh dengan Aroma Kerinduan yang Luar Biasa

"Ndak apa-apa lah dia ndak mencintaiku, tapi aku mencintainya, karena dicintai orang itu di luar kuasa kita, tapi mencintai orang lain, itu dalam kontrol kita," jelasnya.

Fahruddin Faiz menjelaskan, seseorang tidak akan dihukum, tidak akan dianggap salah, tentang hal-hal yang di luar kuasa orang tersebut. Namun, seseorang akan dimintai pertanggungjawaban dalam hal yang bisa ia kuasai.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini