Ngaji Filsafat Fahruddin Faiz Tentang Batas Waktu Cinta: Pacaran Lama Tapi Tak Segera Menikah, Hati-hati!

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:56 WIB
Ngaji Filsafat Fahruddin Faiz Tentang Batas Waktu Cinta (Pixabay/ Bingodesigns)
Ngaji Filsafat Fahruddin Faiz Tentang Batas Waktu Cinta (Pixabay/ Bingodesigns)

NEWSmedia - Dosen filsafat, Fahruddin Faiz memberikan pengajian terkait cinta dan batasan waktu dalam mencintai seseorang.

Menurut Fahruddin Faiz, cinta seseorang biasanya akan tumbuh semakin besar dalam kurun waktu 6-8 bulan pertama ketika mereka saling mencintai.

"Di 6-8 bulan pertama ini jangan disenggol, ini bisa-bisa mereka seperti Romeo dan Juliet," kata Fahruddin Faiz dikutip NEWSmedia dari YouTube Ngaji Filsafat pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Fahruddin Faiz menjelaskan bahwa pada periode waktu 6-8 bulan itu, biasanya hormon dopamin oksitosin seseorang sedang meluap-luap atau sedang bergairah.

Baca Juga: Fahruddin Faiz Baca Puisi Cinta Jalaludin Rumi: Jika Engkau Tidak Dicintai, Maka Fokuslah Mencintai

"Ingin dekat selalu, pokoknya dunia hanya milik kita berdua ya, yang lain itu ndak penting semua, hilang semua juga ndak apa-apa," ujarnya.

Bahkan, kata Fahruddin Faiz, nanti ada teori lanjutannya, yaitu ketika gairah itu secara perlahan yang awalnya meluap-luap, bisa menurun, hal itu terjadi mungkin karena asupan hormonnya mulai berkurang.

"Tambah lama tambah tekun, ada yang bilang ini dalam jangka waktu 2 tahun, ada yang bilang sampai 4 tahun, tapi yang jelas bisa habis, makanya yang pacaran lama-lama ndak segera nikah itu hati-hati," ucapnya.

Kata Fahruddin Faiz, jika rentang waktu mencintai sudah mencapai di angka 2-4 tahun, itu seseorang mulai bisa melihat kembali, misalnya ternyata ada yang lebih cantik, ada yang lebih menarik, ada yang lebih ganteng dan lain sebagainya.

Baca Juga: Bisakah Laki-laki dan Perempuan Bersahabat Tanpa Melibatkan Perasaan? Simak Jawaban Fahruddin Faiz Ini

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini