Rabu, 12 Agustus 2020 |
News Room

Karyawan Tol Tangerang-Merak Ancam Mogok Kerja

Rabu, 08 Mar 2017 | 22:08 WIB Dibaca: 1101 Pengunjung

Para karyawan Tol Tangerang-Merak saat melakukan pertemuan, Rabu (8/3/2017). Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan.*

SERANG, [NEWSmedia] - Karyawan PT Marga Mandala Sakti (MMS) yang tergabung dalam Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak (SKTTM) berencana melakukan aksi mogok kerja pada akhir Maret 2017. Mereka menuntut revisi kenaikan upah tahun 2017.

Ketua SKTTM, Dicky Umaran, mengatakan, mogok kerja akan dilakukan jika pihak Direksi PT MMS tidak mau bertemu dengan karyawan dan merevisi kenaikan upah tahun 2017. Menurutnya, kenaikan upah sebesar 4,25 sampai 5,07 persen dianggap dilakukan secara sepihak oleh perusahaan.

“Kenaikan upah itu sangat tidak layak dan makin membuat upah pekerja di PT MMS semakin jauh tertinggal dari para pekerja lainnya di bawah naungan Astra Group,” kata Dicky kepada NEWSmedia, Rabu (8/3/2017).

Dicky mengungkapkan kenaikan upah karyawan PT MMS dalam 4 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pada 2013, pekerja mendapat kenaikan upah sebesar 16 persen, sedangkan 2014 dan 2015 kenaikan upah turun drastis menjadi 8 sampai 10 persen.

“Bahkan di tahun 2016, kenaikan upah kembali turun hanya 4 persen,” ungkap Dicky, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (DPW Aspek Indonesia) Propinsi Banten ini.

Ia pun mengungkapkan, bahwa pada 2014 PT MMS selaku perusahaan pengelola jalan tol Tangerang-Merak, mendapat keuntungan sebesar Rp281 miliar, kemudian 2015 sebesar Rp332 miliar dan 2016 Rp377 miliar.

“Kondisi kenaikan upah yang setiap tahun menurun ini tidak sebanding dengan peningkatan laba bersih perusahaan setiap tahun, yang selalu naik secara signifikan,” terang Dicky.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Aspek Indonesia, Sabda Pranawa Djati mengatakan, pihaknya mendesak Direksi PT MMS agar menerima usulan kenaikan upah tahun 2017 sebesar 10 sampai 15 persen yang diajukan oleh serikat pekerja yang merupakan anggota dari Aspek Indonesia tersebut.

Menurut Sabda, usulan kenaikan upah tersebut dinilai sangat wajar, mengingat laba bersih perusahaan yang terus meningkat dan harga kebutuhan pokok masyarakat yang semakin tinggi.

“Peningkatan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas di saat laba bersih perusahaan juga meningkat. Kami masih menahan anggota kami yang berencana melakukan mogok kerja sesuai perundang-undangan yang berlaku, apabila pihak direksi mau merespon tuntutan SKTTM. Kami menunggu respon positif dari Direksi PT Marga Mandala Sakti untuk mencari solusi terbaik,” kata Sabda.

Ia berharap PT MMS bisa bersikap adil kepada seluruh pekerjanya. “Tuntutan SKTTM kepada Direksi PT Marga Mandala Sakti sesungguhnya sangat wajar, karena di setiap keuntungan perusahaan selalu ada kontribusi keringat dari pekerja,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Deputy Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Ketua Harian KSPI), Muhamad Rusdi, mengaku prihatin dengan proses penetapan kenaikan upah secara sepihak oleh Direksi PT MMS tersebut.

"Bahkan ada informasi pekerja dengan masa kerja 20 tahun yang masih digaji di bawah 4 juta rupiah. Padahal PT MMS adalah bagian dari Astra Group, yang secara umum memiliki standar upah yang tinggi. Mengapa di PT MMS standar upahnya jauh berbeda dengan perusahaan lain yang ada di Astra Group,” kata Rusdi.

Rusdi juga menegaskan, KSPI mendukung tuntutan Serikat Karyawan Tol Tangerang Merak untuk memperjuangkan hak-haknya sebagaimana ketentuan ketenagerjaan dan perjanjian kerja bersama di perusahaan.

“KSPI juga mendukung rencana SKTTM dan Aspek Indonesia yang akan melakukan mogok kerja pada akhir Maret 2017, jika Direksi PT Marga Mandala Sakti tidak juga mau merespons dan membahas kembali tuntutan karyawan,” tuturnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Karyawan Tol Tangerang-Merak Ancam Mogok Kerja
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top