Selasa, 11 Agustus 2020 |
News Room

Kemiskinan Hingga Kesenjangan Ekonomi Menurun, Ini Tantangan Baru RI

Selasa, 24 Jan 2017 | 08:01 WIB Dibaca: 895 Pengunjung

Kota Metropolitan.*

[NEWSmedia] - Indonesia saat ini masih memiliki 3 masalah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal, yakni kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran. Hal ini disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri.

Secara statistik, angka 3 hal tersebut sudah mengalami penurunan, angka kemiskinan turun dari 11,1% menjadi 10,8%. Ketimpangan menurun dari 0,41% jadi 0,39%, pengangguran juga turun dari 6,18% jadi 5,6%.

Namun angka yang ada masih menjadi persoalan dan tantangan, karena satu instrumennya, yakni jaminan perlindungan sosial masih belum terlaksana dengan merata. Jaminan sosial sendiri dipercaya mampu mengurangi resiko sosial baik karena sebuah bencana, atau kehilangan pendapatan sehingga meminimalisir seseorang terhindar dari bahaya kemiskinan.

"Negara yang sudah tumbuh lebih maju dari jaminan sosial, tingkat kerentanan dan kesejahteraan masyarakatnya pasti akan lebih baik. Jadi tantangannya untuk Indonesia adalah bagaimana seluruh warga bisa dilindungi melalui skema jaminan perlindungan sosial," katanya di Kantor Kemendes, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Tantangan semakin besar, karena ekonomi Indonesia masih didominasi oleh tenaga kerja informal. Tenaga kerja informal akan membuat akses orang tersebut mendapatkan permodalan ke perbankan semakin sulit.

"Ini juga tantangan, karena semakin tinggi formalitas ekonomi sebuah bangsa, maka kemungkinan partisipasinya ke perlindungan sosial makin tinggi," tutur Hanif.

Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia, baik non penerima upah maupun penerima upah, sehingga seluruh masyarakat akan semakin terjamin kesosialannya dalam melakukan pekerjaan.

"Ini investasi yang sangat penting, karena resiko sosial ekonomi yang terjadi akibat kecelakaan, kematian, memasuki hari tua ataupun pensiun. Keempat resiko inilah yang dapat menyebabkan kerentanan peserta ini berhenti pendapatan tetapnya. Sehingga sangat rentan untuk kemiskinan," tukas Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam kesempatan yang sama. [dtn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kemiskinan Hingga Kesenjangan Ekonomi Menurun, Ini Tantangan Baru RI
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top