• Senin, 3 Oktober 2022

Syarat Vaksinasi Lansia Berdasarkan Tingkat Kerapuhan

- Selasa, 16 Februari 2021 | 14:35 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Lansia menjadi salah satu kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 tahap dua yang akan dimulai pada 17 Februari 2021. Berikut syarat vaksinasi Covid-19 bagi lansia berdasarkan tingkat kerapuhan.

Selain lansia, beberapa kelompok prioritas lain dimasukkan ke dalam program vaksinasi tahap dua, di antaranya pekerja publik.

"Penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan roadmap dari WHO dan SAGE, serta ITAGI. Jadi, pemerintah tidak asal memilih kenapa harus lansia dan pekerja publik," ujar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Maxi Rein Rondonuwu, dalam konferensi pers, Senin (15/2).

Keputusan Kemenkes itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda.

Dalam surat edaran tersebut, pemberian vaksinasi pada kelompok lansia diberikan sebanyak dua dosis dengan interval pemberian selama 28 hari.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sendiri telah memberikan rekomendasi terbaru mengenai pemberian vaksin Covid-19 Sinovac. Rekomendasi dilengkapi dengan syarat lansia yang boleh mendapatkan vaksin berdasarkan tingkat kerapuhan.

"Untuk individu dengan usia >59 tahun, kelayakan vaksin Coronavac ditentukan oleh kondisi frailty [kerapuhan] dari individu tersebut, yang diperoleh dari kuesioner," tulis PAPDI dalam surat rekomendasi yang dipublikasikan dalam situs resminya.

Dari kuesioner itu, diperoleh angka yang menjadi dasar boleh atau tidaknya seorang lansia mendapatkan vaksin Covid-19. Jika nilai yang diperoleh di atas 2, maka individu belum layak untuk mendapatkan vaksinasi. Sebaliknya, jika di bawah 2, maka boleh mendapatkan vaksinasi.

Kuesioner sendiri terdiri dari lima pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur, seperti berikut.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini