• Rabu, 29 September 2021

Disorot Komisi IX DPR RI, Kimia Farma Tunda Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong

- Senin, 12 Juli 2021 | 18:46 WIB
Kimia Farma tunda vaksinasi gotong royong.*
Kimia Farma tunda vaksinasi gotong royong.*

SERANG, [NEWSmedia] - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti kebijakan pemerintah yang menjual vaksin Sinopharm dan layanan vaksinasi senilai Rp879.000.

Menurut Netty, kebijakan tersebut belum didiskusikan dengan Komisi IX DPR RI, bahkan menurutnya, hal itu sebagai cara untuk mencari untung dari rakyat.

“Vaksinasi untuk mengatasi bencana non-alam seperti pandemi adalah  tanggung jawab negara terhadap keselamatan rakyatnya. Setiap individu harus mendapat  akses  yang sama dan merata melalui vaksinasi gratis. Jadi, opsi  vaksin berbayar seperti upaya mencari keuntungan dengan memeras rakyat," kata Netty dikutip dari dpr.go.id pada Senin (12/7/2021).

Atas polemik ini, Netty  meminta pemerintah mengkaji ulang  kebijakan vaksinasi berbayar untuk individu agar tidak menimbulkan kegaduhan publik.

“Sektor ekonomi sedang terganggu. Banyak rakyat yang tengah menderita dan terjepit. Fungsi layanan kesehatan pun tengah kolaps. Jangan menambah beban rakyat dengan isu vaksin berbayar dan  isu kewajiban menyertakan sertifikat vaksinasi  sebagai syarat pengurusan administrasi publik dan mengakses bantuan sosial atau pelayanan sosial," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tentang besaran harga pembelian vaksin Sinopharm.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat keputusan Menteri Kesehatan dengan nomor: HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma.

Dalam surat keputusan tersebut, tertulis bahwa harga pembelian vaksin Sinopharm sebesar Rp321.660. Sedangkan tarif maksimal untuk pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.

"Untuk satu orang kan butuhnya dua dosis, jadi dikalikan dua menjadi totalnya Rp 879.140," kata Jubir vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

4 Cara Mudah Menghilangkan Stress agar Tetap Bahagia

Minggu, 26 September 2021 | 11:55 WIB
X