Selasa, 24 November 2020 |
News Room - Politik

Lagi, 3 Dugaan Pelanggaran di Pilkada Pandeglang Dilaporkan ke Bawaslu

Selasa, 20 Okt 2020 | 21:02 WIB Dibaca: 956 Pengunjung

Tim Advokasi Thoni-Imat melaporkan 3 dugaan pelanggaran Pilkada Pandeglang di Kantor Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Selasa (20/10/2020).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Tim advokasi pasangan calon nomor urut 2 Thoni-Imat kembali melaporkan tiga dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kabupaten Pandeglang.

Ketua Tim Advokasi Thoni-Imat, Satria Pratama menjelaskan, tiga dugaan pelanggaran tersebut dilakukan oleh Kepala Desa dan BPD Teluk, Ketua Apdesi Kabupaten Pandeglang dan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan di media sosial.

"Kami menemukan indikasi dugaan pelanggaran yang terjadi di Kecamatan Labuan dalam acara proses pembagian PKH di Kantor Desa Teluk," kata Satria di Kantor Bawaslu Pandeglang, Selasa (20/10/2020).

Dalam proses pembagian PKH tersebut, lanjut Satria, para Kades, Beserta BPD diduga memobilisasi masa dengan cara mengajak masyarakat yang antri untuk mengambil PKH dengan mengacungkan pose satu jari.

"BPD Sesa Teluk mengajak masyarakat untuk memilih paslon 1, Kepala Desa Teluk dengan sumringahnya bersama-sama mengacungkan pose jari 1 dengan senyum genitnya, padahal aturannya jelas bahwa Pejabat Negara, Pejabat ASN dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon selama masa kampanye," ungkapnya.

BACA JUGA: Kadindikbud Pandeglang, PSSI dan Camat Dilaporkan ke Bawaslu

Kemudian laporan kedua, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua APDESI Kabupaten Pandeglang, yaitu Kepala Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan, Ibnu Hajar.

"Kami menduga, kades tersebut mengkampanyekan paslon 1 di sosmed facebooknya," terangnya.

Dan yang ketiga, Satria juga melaporkan ujaran kebencian atau black campaign, serta melecehkan profesi advokat yang dilakukan oleh Ilma Fatwa, di akun sosmed Facebook nya.

Dalam postingannya, Ilma fatwa membagikan link berita tim advokasi saat melaporkan ke Bawaslu pada tanggal 15 Oktober 2020 dan berkomentar pada postingan tim advokasi Thoni-Imat dengan komentar 'Cuman disiapin buat ngegugat'.

"Dan pada tanggal 16 Oktober ilma fatwa memposting link berita Tim advokasi dengan caption seolah-olah menantang Bawaslu untuk memanggil dirinya, kemudian ditambahkan dengan komentar merendahkan profesi advokat dengan komentar 'kalo gak gini, gak makan' buktinya kami sudah sampaikan ke Bawaslu," tegasnya.

Di tempat yang sama, tim advokasi Thoni-Imat lainnya, Nandang Wirakusumah meminta kepada Bawaslu Pandeglang agar melakukan penindakan secara tegas serta memaksimalkan pencegahan pelanggaran, baik yang dilakukan oleh ASN maupun aparatur lainnya demi terwujudnya Pilkada Pandeglang yang jujur dan adil.

"Kami melihat ini sebuah pembelajaran demokrasi yang kurang baik, yaitu dugaan pemanfaatan program pemerintah, kemudian ada dugaan keterlibatan ASN. Bahkan selain dugaan pemanfaatan program PKH yang dilaporkan tadi, kami juga mengendus adanya pemanfaatan kegiatan reses untuk berkampanye, ini juga akan kita laporkan, saat ini kita tengah melengkapi data-data," papar Nandang.

Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi, mengaku akan segera melakukan pembahasan di internal terkait adanya laporan tersebut.

"Kalau sudah cukup sarat formil dan materilnya nanti ada pembahasan di internal kita, apakah ini bisa dilanjut atau tidak, apakah ada unsur pelanggaran administrasi, pidana atau UU lainnya," kata Ade.

Ia pun kembali mengingatkan kepada para ASN juga kepada para kepala desa agar tidak sesekali melakukan tindakan atau keputusan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon tertentu, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam  UU 10 2016 Pasal 71 yang mengamanatkan bahwa ASN, Kades/lurah, TNI Polri tidak boleh melakukan hal tersebut.

"Kalau terkait pencegahan kita sudah berkirim surat juga ke pemerintah daerah terkait netralitas ASN, Kades juga sudah kita imbau. Bahkan Pemda juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang netralitas Kades," pungkasnya. [ahi/mat]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Lagi, 3 Dugaan Pelanggaran di Pilkada Pandeglang Dilaporkan ke Bawaslu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top