• Sabtu, 29 Januari 2022

Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Komitmen Turunkan Penderita HIV/ AIDS dan TBC

- Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:46 WIB
Pertemuan jejaring eksternal pencegah HIV/AIDS di Aula Dinkes Kabupaten Serang. [ist]*
Pertemuan jejaring eksternal pencegah HIV/AIDS di Aula Dinkes Kabupaten Serang. [ist]*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Serang berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan jumlah penderita penyakit menular di Kabupaten Serang, salah satunya  pengendalian dan pencegahan penyakit menular HIV/AIDS dan TBC.

Bahkan, awal tahun 2019 Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Serang telah mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS menjadi peraturan daerah Kabupaten Serang. Hal itu karena saat ini Kabupaten Serang sudah masuk kategori darurat HIV/AIDS. 

Dalam laporan Perkembangan HIV/AIDS dan lnfeksi Menular Seksual (IMS) Triwulan IV Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, tanggal 28 Februari 2019 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Provinsi Banten hingga 31 Desember 2018 mencapai 11.238 yang terdiri atas 8.249 HIV dan 2.989 AIDS dengan 268 kematian.

Sementara di tahun 2018, sebanyak 70 orang di Kabupaten Serang positif terjangkit virus HIV, 17 orang AIDS, dan 6 orang meninggal dunia.

Pada tahun 2019, angka penderita HIV menurun menjadi 40 (positif), 8 AIDS, dan 5 orang meninggal dunia.

Sasaran sosialisasi untuk HIV terdiri dari Ibu hamil 100 persen harus test HIV, penderita TBC 100 periksa HIV, dan Hod Spot/ Populasi kunci. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Riris Budiarni menjelaskan, ada beberapa upaya pencegahan dan pengendalian yang bisa dilakukan dalam lingkungan keluarga, seperti memberikan notifikasi pasangan dan pencarian kontak serta penggalian pasangan seks atau teman yang sering berbagi jarum suntik.

“Upaya lainnya mencakup penguatan jejaring interneal dan eksternal komunitas utama seperti komunitas populasi kunci, LSM Peduli HIV, dan masyarakat. Penyuluhan anak sekolah, dan mobail VCT dan test HIV kelompok beresiko,” kata Riris, Kamis (22/8/2019).

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM Dinkes Kabupaten Serang Padri memaparkan, berdasarkan temuan di lapangan, kasus TBC paling banyak di Kecamatan Cikeusal, Padarincang, Ciruas, Kramatwatu, Pontang.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

Iklan DPRD Banten HUT SMSI

Sabtu, 13 Maret 2021 | 10:52 WIB

Iklan DPRD Banten Isro Miraj

Jumat, 12 Maret 2021 | 15:17 WIB

Pemprov Banten Raih e-Government Award

Senin, 4 November 2019 | 12:31 WIB
X