• Jumat, 17 September 2021

Mengukur Kontestasi Pilkada Kota Serang 2018

- Selasa, 13 Maret 2018 | 07:30 WIB
Eko Supriatno, penulis artikel 'Mengukur Kontestasi Pilkada Kota Serang 2018' di kolom NEWScitizen (NEWSmedia).*
Eko Supriatno, penulis artikel 'Mengukur Kontestasi Pilkada Kota Serang 2018' di kolom NEWScitizen (NEWSmedia).*

KONSTALASI politik di Pilkada Kota Serang memang agak sedikit berbeda dengan pilkada di tiga daerah lainnya di Provinsi Banten yang juga digelar serentak pada 2018 (Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang). Berbagai faktor menjadikan Pilkada Kota Serang tidak mudah dibaca. Berbeda dengan Pilkada di tiga daerah lainnya tersebut, calon pemenangnya sudah bisa ditebak.

Sosok kandidat di Pilkada Kota Serang memang menjadi faktor penentu kemenangan. Sementara diketahui, kontestasi Pilkada Kota Serang diikuti tiga pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota. Pertama adalah pasangan calon nomor urut 1 (Vera Nurlaela-Nurhasan). Kedua, pasangan nomor urut 2 (Samsul Hidayat-Rohman), dan ketiga, pasangan calon nomor urut 3 (Syafrudin-Subadri).

Dengan tiga pasangan tersebut, Pilkada Kota Serang memberikan tiga pilihan kepada masyarakat. Itu menjadi 'PR' yang harus dipecahkan oleh kandidat maupun oleh tim pemenangannya. Begitu juga bagi masyarakat, harus kepada siapa memberikan kepercayaan.

Diketahui, jumlah pemilih terdaftar di Pilkada Kota Serang tercatat ada sebanyak 455.291 orang (Data Maret 2017). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap pemilih di Kota Serang. Yang utama, tentu soal popularitas dan kredibiltas kandidat.

Namun ada factor lain yang mempengaruhi keterpilihan dalam pilkada, yaitu ikatan kekerabatan dan manfaat ekonomi yang bersifat langsung dirasakan masyarakat (suatu pemberian misalnya). Untuk di Kota Serang, sentiment kedaerahan juga nampaknya masih terasa dan kemungkinan akan ikut memberi pengaruh terhadap sikap pemilih. Adapun pengaruh ketokohan informal seperti kiai dan ustaz, cenderung mengalami penurunan.

Dalam Pilkada Kota Serang 2018, harus diakui bahwa kans pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Serang nomor urut 1, Vera Nurlaela-Nurhasan cukup besar. Hal ini mengingat suami Vera adalah ‘incumbent’ (Wali Kota Serang Tb Haerul jaman). Ditambah lagi, Vera-Nurhasan didukung delapan partai politik, yakni Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PBB, PKB, PKPI, dan Partai NasDem, sehingga peluang pasangan ini dirasa cukup besar.

Namun ada satu kelemahan dari Vera. Dipilihnya Nurhasan sebagai wakil Vera menimbulkan banyak kekecewaan, terutama di kalangan partai politik pendukung. Pasangan Vera-Nurhasan dianggap sama sekali tidak merepresentasikan kekuatan unsur ‘representasi dukungan parpol’, yang merupakan sebuah keseimbangan geopolitik. Bisa saja, mesin parpol pendukung di koalisi tidak bergerak.

Namun, banyaknya parpol yang merapat dalam koalisi Vera-Nurhasan, telah menunjukkan betapa pasangan tersebut memiliki kekuatan (kekuatan ‘pragmatis’ salah satunya).

Pasangan calon nomor urut 3, Syafrudin-Subadri yang didukung empat parpol yakni PPP, PKS, PAN, dan Hanura, merupakan pesaing terberat Vera-Nurhasan. Pasangan tersebut menjadi kekuatan baru yang cukup representatis sebagai penantang koalisi besar Vera-Nurhasan.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X