Komunitas BJS Serang 'Bacakan' Bareng Anak Yatim

- Minggu, 21 Mei 2017 | 16:50 WIB
Anggota BJS Serang foto bersama anak-anak yatim sebelum acara 'Bacakan', Minggu (21/5/2017). (Foto: Istimewa)
Anggota BJS Serang foto bersama anak-anak yatim sebelum acara 'Bacakan', Minggu (21/5/2017). (Foto: Istimewa)

SERANG, [NEWSmedia] - Jelang Ramadan 1438 Hijriah, Komunitas Facebook Bahasa Jawa Serang (BJS) menggelar bacakan (makan-makan) bareng dan menyantuni anak  yatim di Kota Serang, Minggu (21/5/2017).

Acara yang melibatkan puluhan anak yatim tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan lagi para anggota komunitas BJS dengan anak yatim di sekitar kampung para anggota berada.

“Anak-anak yatim yang kita libatkan berasal dari  kampung anggota BJS. Dari Kota Serang, Kabupaten Serang ,Cilegon dan daerah lainnya,” kata Ketua Panitia Pelaksana ,Bagja Kudrata, dalam rilis yang diterima NEWSmedia, Minggu (21/5/2017) siang.

Bagja mengungkapkan, acara makan bareng anak yatim ini menjadi sebagai sarana untuk lebih mendekatkam lagi dengan para anak yatim. “Biasanya anak yatim dalam acara-acara keagamaan hanya diberi santunan dan diberi makan lalu setelah itu acara selesai,” tuturnya.

Namun dalam acara ini, kata Bagja, agak sedikit berbeda, karena setelah para anak yatim diberi santunan, mereka makan bersama dengan anggota BJS menggunakan alas daun. “Kita berbaur makan bersama anak yatim,” ujar Bagja.

Dalam acara tersebut, salah seorang admin BJS, Andi Suhud mengatakan, alangkah baiknya kegiatan seperti ini menjadi contoh masyarakat dan komunitas lainnya. Ia berharap anak yatim tidak hanya dijadikan objek.

“Mereka (anak yatim-red)  adalah saudara kita, kita rangkul mereka dan tanamkan pada jiwa mereka bahwa mereka masih mempunyai orang tua untuk berbagi dalam segala hal,” ujar Andi.

Yang unik dari acara ini, selain ‘bacakan bareng’, menu yang disajikan adalah makanan khas Jawa Serang, yakni Gerem Asem. Masakan ini diolah dan dibuat langsung oleh anggota BJS.

Untuk diketahui, Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS) berdiri sudah lebih dari lima tahun dan beranggotakan 16.500. Mereka konsen menjaga dan melestarikan Bahasa dan Budaya Jawa Serang. Bahkan tak jarang  komunitas BJS ini  turun  ke lokasi bencana untuk membantu para korban bencana. [ard]

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini