• Selasa, 27 September 2022

PPPSBBI, Membangun Banten Lewat Seni Budaya

- Sabtu, 24 Juni 2017 | 09:49 WIB
Pilar Saga Ichsan, Ketua PPPSBBI Provinsi Banten memberikan sambutan dalam acara pertemuan pendekar dan peguron se-Banten, Kamis (22/6/2017).*
Pilar Saga Ichsan, Ketua PPPSBBI Provinsi Banten memberikan sambutan dalam acara pertemuan pendekar dan peguron se-Banten, Kamis (22/6/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Persatuan Pendekar Pesilatan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) memiliki potensi anggota yang tersebar di seluruh daerah, termasuk di Provinsi Banten. Organisasi yang menaungi peguron pesilat itu memiliki andil melestarikan seni budaya Banten.

Demikian hal tersebut dikatakan Ketua PPPSBBI Provinsi Banten, Pilar Saga Ichsan saat acara pertemuan pendekar dan peguron se-Provinsi Banten di Kota Serang, Kamis (22/6/2017).

"Organisasi PPPSBBI adalah kebanggaan bagi kami. Kami melanjutkan dan menjaga amanah orang tua untuk membangun Banten melalui seni dan budaya," kata Pilar yang merupakan cucu tokoh pendekar Banten almarhum Tb Chasan Sochib itu.

Pilar berharap semua pengurus atau pendekar terus menanamkan semangat melestarikan seni budaya Banten, salah satunya pencak silat. Ia mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi keluarga besar almarhum Tb Chasan Sochib untuk menjaga silaturahmi dengan para pendekar dan seluruh peguron pesilatan.

Hadir dalam acara tersebut putra-putri dan cucu pendiri PPPSBBI, almarhum Tb Chasan Sochib, di antaranya Ratu Tatu Chasanah (Bupati Serang), Tubagus Haerul Jaman (Wali Kota Serang) dan Andika Hazrumy (Wakil Gubernur Banten).

Ratu Tatu Chasanah dalam sambutannya merasa bangga dan bahagia karena bisa bersilaturahmi dengan pendekar di Banten. Menurutnya, generasi ketiga dari ayahnya almarhum Tb Chasan Sohib akan mengurus pendekar Banten.

"Selaku putra-putrinya, pendekar Banten adalah kebanggaan ayah. Jadi kami merasa bersalah jika tidak melanjutkan apa yang menjadi amanahnya," kata Tatu.

Tatu menginginkan pendekar Banten menjadi benteng budaya dan memiliki peran dalam pembangunan di daerah. "Bapak-bapak harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Seni dan budaya ini harus terus dilestarikan," ujarnya.

Pernyataan Tatu itu dibuktikan dengan digagasnya Kejuaraan Pencak Silat Bupati Serang Cup yang sudah dimulai ada awal 2017. "Tugas kita bersama untuk melestarikan budaya yang baik ini," tuturnya.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini