• Senin, 18 Oktober 2021

Recovery Pasca Pandemi Membangun Optimisme Kolektif

- Senin, 13 Juli 2020 | 18:32 WIB
Istimewa.*
Istimewa.*

[NEWSmedia] - Perkembangan kasus positif wabah Covid-19 per 1 Juli 2020, Indonesia mencapai 57.770 pasien. (Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional). Angka tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara terbanyak di Asia Tenggara, melampaui Singapura. Namun, kasus kematian positif Covid-19 Indonesia masuk peringkat keenam, dengan angka 2.934 pasien. Dari total tersebut, ada sebanyak 25.593 pasien telah dinyatakan sembuh. Artinya, tinggal menyisakan 27.118 pasien yang tengah mendapatkan perawatan,.

Covid-19 memberikan dampak luar biasa pada berbagai sektor tatanan kehidupan. Tak hanya sektor medis, sektor ekonomi, sosial dan politik pun luluh lantah dengan Covid-19. Semua negara sampai hari ini, tengah menghadapi dilema. Bagaiman memulihkan kehidupan kembali semuanya. Tentunya, paling utama yakni berupaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 dengan minim korban jiwa dengan sistem kesehatan nasional.

Dilansir portal berita nasional detik.com Selasa, (16/6) pandemi Covid-19 telah membuat kondisi ekonomi Indonesia luluh lantah atau terkapar. Bagaimana tidak, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang hanya mampu mencapai 2,9 persen. Sangat jauh dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasioanal kisaran 5 pesen. Meski begitu, kondisi ini tergolong masih lebih baik ketimbang banyak negara di dunia.

Data tersebut diperkuat, adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan perusahaan. Jelas, angka pengangguran di Indonesian di tengah pandemi mengalami peningkatakan signifikan. Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan jumlah pengangguran berkisar mencapai antara 2,9 juta hingga 5,2 juta jiwa akibat pandemi. Kondisi ini dapat menyebabkan persoalan sosial masyarakat, yakni meningkatnya tindakan kriminalitas. 


Recovery Ekonomi Pasca Pandemi

Menurut Szlezak, Reeves, dan Swartz (2020), krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 akan menghasilkan pola pemulihan ekonomi berbeda antarnegara. Umumnya pola pemulihan tersebut terbagi menjadi empat yakni, Pertama, bentuk V (V-shape), dimana pandemi menyebabkan perekonomian anjlok yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi menurun tajam dan pengangguran melonjak, tapi dalam waktu singkat bisa pulih kembali pada posisi sebelum krisis.

Sedangkan, kedua, bentuk U, dimana pertumbuhan turun drastis dan pengangguran meningkat. Tingkat pertumbuhan ekonomi untuk pulih membutuhkan waktu lama, kesenjangan antara jalur pertumbuhan ekonomi lama dan baru tetap besar, yang menunjukkan kerusakan pada sisi suplai ekonomi, output yang hilang besar dan membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang untuk kembali pada kondisi sebelum krisis.

Kemudian, ketiga, bentuk L sebagai bentuk yang terburuk. Dimana, tidak hanya pertumbuhan ekonomi negara tidak pernah memulihkan jalur output sebelumnya, tetapi juga tingkat pertumbuhannya menurun. Jarak antara jalur lama dan baru dari pertumbuhan semakin lebar, dengan output yang hilang terus berlanjut. Ini berarti krisis telah meninggalkan kerusakan struktural permanen pada sisi suplai. Pola atau bentuk L ini adalah bentuk yang paling merusak akibat dari krisis. Dan keempat, bentuk W, multiple, atau perulangan pola. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya outbreak gelombang kedua dan seterusnya. Bentuk ini juga tergolong bentuk buruk dari proses pemulihan ekonomi suatu negara.

Recovery Sosial Pasca Pandemi

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X