• Minggu, 5 Februari 2023

Harapan Besar Kemajuan Olahraga Daerah

- Sabtu, 29 Oktober 2016 | 23:03 WIB
Lounching Program Satu Lapangan Satu Desa.*
Lounching Program Satu Lapangan Satu Desa.*

[NEWSmedia] - Penyediaan lapangan olahraga yang memadai menjadi salah satu aspek untuk membina olahragawan untuk merealisasikan prestasi tingkat dunia. Dengan demikian, harapan pemasalan, pembibitan, dan pembinaan olahraga dapat terwujud untuk memajukan prestasi olahraga tanah air.

Desa-desa merupakan tempat munculnya sumber daya olahraga potensial. Karena itu, tercetuslah oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk menjalankan program Satu Lapangan Satu Desa.

Program Satu Lapangan Satu Desa merupakan salah satu program unggulan Kemenpora. Iman Nahrawi mengatakan, dengan program tersebut diyakini dapat menciptakan sumber daya manusia yang baik dalam bidang olahraga. Apalagi, banyak diketahui, sarana dan prasarana olahraga di desa sangat minim. Padahal dari sana diharapkan bibit-bibit atlet potensial lahir melalui pembinaan sejak dini.

’’Selain mencari bibit unggul, kami juga ingin memperkenalkan olahraga kepada masyarakat. Sehingga masyarakat terbiasa sekaligus membudayakan olahraga dalam keseharian. Dimulai dari desa, lahirlah atlet Indonesia yang hebat dan mampu membawa nama bangsa kita ke kancah dunia,’’ ujar Imam Nahrawi.

Program tersebut tentu sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Yaitu, membangun dari pinggiran, desa, dan daerah terpencil. Tujuan program tersebut juga tak lepas dari harapan pemerintah untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang olahraga. Dengan adanya sarana dan prasarana olahraga yang layak, masyarakat desa dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi di bidang olahraga mereka.

Pembangunan atau rehabilitasi lapangan olahraga di desa akan dibantu melalui dana pemerintah yang kemudian dijalankan masing-masing kepala desa. Program tersebut berjalan sejak 2015. Pada saat itu, sebanyak 470 desa mendapat bantuan pembangunan lapangan olahraga.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S. Dewa Broto menuturkan, sebanyak 1.000 desa menjadi target Kemenpora untuk merealisasikan program tersebut. Itu artinya, akan ada 1.000 lapangan olahraga yang layak bagi aktivitas olahraga masyarakat desa. Fokus pembangunannya di desa-desa yang cukup tertinggal.

Gatot mengatakan, program tersebut tercetus sebelum Imam Nahrawi diangkat menjadi Menpora. Hal itu menunjukkan komitmen Menpora untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Bahkan, Imam Nahrawi memantau langsung perkembangan program tersebut.

Kemenpora juga menetapkan kriteria bagi desa yang menerima bantuan. Salah satunya, nama nomenklaturnya harus desa. Bukanlah kelurahan. Desa yang ingin mendapatkan bantuan program pembangunan lapangan olahraga pun harus membuat proposal. Animo daerah amat besar. Bahkan, menurut Gatot, proposal sudah mencapai 3.000. Kemenpora terus menyeleksi secara ketat, desa-desa yang layak untuk menerima bantuan tersebut.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB