• Jumat, 7 Oktober 2022

Miras Barang Haram Bagi Siapapun

- Kamis, 16 Februari 2017 | 18:00 WIB
Foto Ilustrasi.*
Foto Ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Korban jatuh bergelimpangan, termasuk para pesohor. Mereka tersandung akibat mengonsumsi barang-barang yang memabukkan. Beribu alasan berhamburan dari orang-orang yang akrab dengan barang-barang itu. Di antaranya, untuk memperluas pergaulan dan meredam tekanan hidup yang menimpanya. 

Padahal, dengan barang yang memabukkan itu, baik dalam bentuk khamr atau minuman keras maupun obat terlarang atau narkotika, mereka malah tenggelam dalam masalah yang lebih besar. Agama jelas melarangnya. Dan, konsumsi atas barang itu melahirkan masalah kesehatan, ekonomi, dan sosial. 

Termasuk berurusan dengan pihak berwajib. Yusuf al-Qaradhawi menerangkan, Islam dengan tegas melarang khamr. Meski sebelumnya, terutama pada masa awal, pelarangan dilakukan secara bertahap. Tak membolehkan shalat dalam keadaan mabuk kemudian mengingatkan akan bahayanya. 

Pada akhirnya, Allah SWT menurunkan ayat secara menyeluruh dan tegas. Dalam Surah Al-Maidah ayat 90 dan 91 Allah berfirman, Sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, termasuk perbuatan setan. Maka mestinya hal itu harus dijauhi. 

Sesungguhnya setan bertujuan menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia, lantaran meminum khamr dan berjudi itu dan menghalangi manusia untuk mengingat Allah serta bersembahyang. Maka itu, Allah memerintahkan manusia untuk berhenti mengerjakan perbuatan tersebut. 

Alquran, jelas Qaradhawi, juga menyatakan bahaya khamr dan judi dalam masyarakat. Bahaya itu adalah menghalangi orang menunaikan kewajiban-kewajiban agamanya serta permusuhan. Nabi Muhammad juga bersikap tegas dalam persoalan khamr ini. 

Ketegasan terucap melalui pernyataan beliau bahwa semua yang memabukkan berarti khamr, dan setiap khamr adalah haram. Dalam konteks ini, ia tak melihat dari bahan apa khamr itu dibuat dan berapa banyak yang dikonsumsi. Berapa pun kadarnya, barang itu  bisa menjerumuskan manusia ke kehancuran. Maka itu, harus dihindari. 

Minuman apa pun kalau banyaknya dapat memabukkan, sedikitnya pun haram, demikian pernyataan Rasul dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, dan Turmuzi yang dikutup Qaradhawi dalam bukunya berjudul Halal dan Haram. Umar bin Khattab menegaskan, arak adalah sesuatu yang menutupi akal. 

Selain itu, Rasul menyatakan keharaman memperdagangkan minuman keras. Ia melaknat 10 golongan yang terkait minuman keras. Yaitu, mereka yang memerasnya, minta diperaskan, meminumnya, membawanya, minta dibawakan, menuangkannya, menjualnya, makan hasil penjualannya, membelinya, dan yang minta dibelikan.  

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB