• Selasa, 28 September 2021

Tips Mengontrol Emosi Pengendara Muda 

- Senin, 3 Juli 2017 | 12:02 WIB
Foto Ilustrasi.*
Foto Ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Musim libur panjang anak sekolah, mungkin saja dipakai pengendara muda untuk mengasah kemampuan berkendara. Pereli nasional Rifat Sungkar memberikan tips mengontrol emosi bagi para remaja dalam berkendara.

Belakangan ini kita seringkali dihadapkan pada fakta bahwa pelanggaran lalu lintas atau keonaran yang terjadi di jalanan banyak dilakukan oleh para remaja. Ia juga mengatakan bahwa sebagai pengemudi, kita harus mengetahui bagaimana budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengemudi, sehingga jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pengemudi lain, kita tidak lantas menjadi emosi.

"Di sini, panduan dan kawalan orang tua sangat signifikan dalam memengaruhi dan membentuk pengetahuan serta perilaku mengemudi di usia remaja. Tips paling sederhananya adalah menunggu 6 detik sebelum merespons apabila sedang dalam keadaan terpancing emosi, karena biasanya setelah 6 detik krusial tersebut, rasa emosi dapat turun secara perlahan dan kita dapat kembali berpikir secara jernih untuk menentukan langkah apa yang perlu kita ambil selanjutnya. Selain itu, tanamkan di pikiran untuk jangan berharap pengemudi lain selalu berlaku benar dan sopan ketika berkendara, karena setiap orang melalui proses pembelajaran yang berbeda. Pikirkan juga konsekuensi dan hal-hal negatif yang akan terjadi jika emosi meningkat, karena kita sendiri yang akan dirugikan," tutur Rifat panjang lebar.

Menurut Rifat, para pengemudi di usia remaja tergolong penting untuk melakukan persiapan atau manajemen perjalanan agar terhindar dari gerakan terburu-buru yang dapat meningkatkan level pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas.

"Kita harus melakukan perkiraan atau estimasi terhadap waktu tempuh, keadaan di jalan, dan lain sebagainya. Bersikaplah positif, tanamkan pengetahuan tentang bahaya serta resiko dari aktivitas mengemudi. Dan yang sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang namun masih belum diindahkan adalah: jangan bermain ponsel atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengesampingkan fokus mengemudi, karena suka atau tidak, salah satu hal ini adalah faktor membahayakan paling utama," tambah Rifat.

Rifat juga menyatakan bahwa sangat penting bagi anak-anak muda untuk berinisiatif mencari ilmu seputar mengemudi dengan cara dan langkah yang tepat, seperti ke sekolah-sekolah mengemudi, mengikuti pelatihan-pelatihan profesional, atau melalui bacaan-bacaan informatif yang dapat dicari di segala macam jenis media.
 
"Jika anak-anak muda adalah generasi yang sudah tidak bisa lepas dari gadget, alangkah baiknya juga untuk meluangkan waktu mencari informasi seputar tips-tips berkendara yang baik dan benar melalui gadget mereka. Ini sangat penting untuk diingat. Ketika berkendara, kita memiliki tanggung jawab yang sangat amat besar. Kepemilikan kendaraan dan kemampuan berkendara juga harus diimbangi dengan pengetahuan dan prinsip-prinsip keselamatan yang mumpuni. Saya harap generasi muda saat ini bisa memberikan contoh yang baik saat berlalu lintas, karena saya yakin mereka sudah jauh lebih cermat dan bijak dalam menentukan," tutup Rifat.[dtc]

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X