• Rabu, 8 Desember 2021

Ganjar Pranowo dan Pusaran Kasus Korupsi KTP Elektronik

- Jumat, 9 Februari 2018 | 09:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.*
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.*

[NEWSmedia] - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menjadi saksi dalam kasus korupsi KTP Elektronik di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2). Ganjar menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto dan dimintai kesaksiannya sebagai wakil ketua Komisi II DPR periode 2009-2014.

Nama politikus PDIP itu disebut-sebut ikut menerima aliran dana. Dalam persidangan yang berlangsung kemarin, terdakwa Setya Novanto (Setnov) kukuh pada pernyataannya bahwa Ganjar menerima dana KTP-el, kendati Ganjar juga tegas menolak tudingan itu. Keduanya pun saling berbantahan.

Setnov menerangkan alur cerita yang mengindikasikan Ganjar menerima jatah uang dari proyek pengadaan KTP-el. Ada tiga hal yang mendasari mantan ketua DPR itu meyakini Ganjar ikut menerima.

Pertama, Setnov mengatakan almarhumah Mustokoweni dan almarhum Ignatius Mulyono, yang saat itu duduk di komisi II DPR, menyampaikan kepadanya, uang dari Andi Narogong telah dibagi-bagikan kepada anggota DPR yang duduk di Komisi II dan Badan Anggaran (Banggar) DPR. "Dan itu disebut namanya Pak Ganjar," kata Novanto menanggapi kesaksian Ganjar selama persidangan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (8/2).

Kedua, Seetnov mengatakan, Miryam S Haryani, anggota komisi II Fraksi Partai Hanura periode 2009-2014, juga menyampaikan kepada dirinya bahwa telah memberikan uang KTP-el kepada Ganjar. "Kedua, Ibu Miryam juga mengatakan hal yang sama," ujarnya.

Ketiga, yaitu ketika Andi Narogong datang ke rumah Setnov. Saat itu Andi memberi tahu bahwa telah memberi uang kepada anggota DPR di Komisi II dan Banggar. Dana yang diberikan kepada Ganjar, yaitu sekitar 500 ribu dolar AS. "Waktu Andi ke rumah saya itu, menyampaikan telah memberikan uang untuk teman-teman di Komisi II, dan Banggar, dan untuk Ganjar sekitar bulan September, dengan jumlah 500 dolar AS. Itu disampaikan kepada saya," jelasnya.

Dalam kondisi demikian, Novanto mengaku, menemui Ganjar untuk menanyakan langsung soal apakah uang itu telah diterima. "Untuk itu saya ketemu, penasaran saya, menanyakan apakah sudah selesai dari teman-teman. Pak Ganjar waktu jawab, 'ya itu semua urusannya yang tahu Pak Chaeruman'," papar Novanto.

Menanggapi pernyataan itu, Ganjar tegas mengatakan, apa yang disampaikan Setnov tidak benar. Sebab, semua uang yang hendak diberikan kepadanya ia tolak. "Saya sampaikan, apa yang disampaikan oleh Pak Nov dari cerita itu tidak benar," ucapnya.

Ganjar mengakui, Mustokoweni memang pernah menjanjikan kepadanya ingin memberikan uang secara langsung. "Bu Mustokoweni pernah menjanjikan kepada saya mau memberikan langsung dan saya tolak," terangnya. Sehingga publik harus tahu sikap menolak saya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X