• Jumat, 17 September 2021

Antisipasi Lonjakan Trafik, Kominfo Ingatkan Registrasi SIM Card Prabayar

- Senin, 19 Februari 2018 | 13:10 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli memberitahukan bahwa program Registrasi Nomor Prabayar Seluler sampai dengan 17 Februari 2018 telah mencapai registrasi lebih dari 226 juta pelanggan.

"Angka ini menunjukkan jumlah nyata pelanggan aktif saat ini yang telah teregistrasi dan tervalidasi melalui sistem data base kependudukan Ditjen Dukcapil," tutur Ahmad M. Ramli melalui keterangan resmi yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo, Noor Iza.

Masyarakat diimbau segera lakukan registrasi ulang dan tidak menunggu batas akhir 28 Februari 2018 karena pada saat itu akan terjadi traffic tinggi luar biasa yang dapat menyebabkan gagal registrasi.

Menghadapi masa akhir registrasi nomor prabayar seluler, Ahmad M. Ramli juga memberikan penekanan kepada masyarakat. Pertama, pelanggan dan siapapun diingatkan kembali agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak.

Kedua, menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum. Ketiga, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di-upload oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di internet.

Keempat, tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan HP yang hilang.

Tujuan Registrasi SIM Card

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, aturan ini sebenarnya untuk menanggulangi penyalahgunaan SIM card seperti yang terjadi selama ini.

"Pertama, untuk perlindungan konsumen agar nomornya tidak disalahgunakan orang lain. Kedua, untuk perlindungan masyarakat agar tidak ada lagi penipuan-penipuan, misalnya memberitahu ayahnya sakit, tabrakan, penipuan mendapat undian," kata Zudan.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X